IBC, TALAUD – Kabar pembangunan terminal utama di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini menjadi sorotan dari berbagai kalangan.

Pasalnya, kehadiran terminal yang digadang-gadang menjadi Terminal Utama di Pusat Kota Melonguane itu, belum juga dibangun oleh Pemerintah Daerah.

Padahal, kita tahu bersama Melonguane merupakan pusat pemerintahan dari Kabupaten Kepulauan Talaud, yang ada di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina ini.

Hal ini terbukti, sejak Kabupaten Talaud berdiri sebagai Kabupaten sendiri dan resmi memisahkan diri dari Kabupaten induk Sangihe, Kabupaten Talaud belum pernah memiliki terminal utama yang representatif bagi masyarakat pengguna kendaraan.

Satu diantaranya, mendapat sorotan dari Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kepulauan Talaud, Jun Amanga.

Jun mengakui, selama ini semua kendaraan baik bentor (roda tiga -red) maupun roda empat, dalam menunggu dan mengambil penumpang, hanya memarkirkan kendaraan mereka disembarang tempat.

Itu artinya, kata Jun, Pemerintah Daerah belum menyiapkan Terminal Utama bagi para pengendara yang dituangkan melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Karena belum adanya terminal utama yang sah, maka kami juga dari asosiasi jasa pelayanan penumpang umum, terpaksa tetap menggunakan terminal-terminal bayangan disudut kota Melonguane,” desak pria yang kesehariannya sebagai supir ini, pada Kamis (19/6/2019) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Talaud, Max Patone menuturkan, Pemerintah Daerah sebetulnya sudah lama menyiapkan Terminal Utama yang terletak di ujung kota Melonguane ini.

“Sudah lama kita siapkan terminal ini, cuma sampai sekarang ini belum difungsikan karena lokasinya masih sempit dan butuh perluasan lokasi,” ujar Patone, Kamis (19/6/2019) lalu.

Menunggu penumpang, tampak beberapa kendaraan roda empat sedang parkir di area Pelabuhan Melonguane, Sabtu (22/6/2019) kemarin. Photo : Melky Zedeck/Indonesia Berita

Lanjutnya, pihak dishub sudah mencoba memfungsikan terminal tersebut, dengan cara mengundang semua pengendara angkutan jasa umum, baik roda tiga maupun roda empat.

Namun kenyataannya belum bisa menampung semua pengendara karena lokasinya yang begitu sempit.

“Dengan keterbatasan ini kami sudah berkordinasi dengan bapak Bupati Tuange, soal kondisi terminal yang butuh anggaran penambahan fasilitas dan perluasan lokasi terminal agar secepatnya bisa difungsikan,” ungkap Patone

Ditambahkannya, saat ini Terminal bayangan tersebut, masih menjadi prioritas jasa pelayanan angkutan umum, walaupun secara aturan Terminal Bayangan tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam aktifitas jasa pelayanan angkutan darat.

“Karena situasi dan kondisi, sampai kini belum ada terminal utama yang resmi dipakai. Maka apa boleh buat, terminal bayangan jadi primadona sementara,” imbuhnya.

Editor : YES