Menjadi Referensi Mendunia

Haris Azhar Sebut Polisi Pakai ‘Kacamata Kuda’ Tetapkan Tersangka Penebang Pohon

IBC, PELALAWAN – Polemik penetapan tersangka dua orang warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dengan pasal tunggal oleh satuan Reskrim Polres Pelalawan mulai disorot publik.

Usai disanggah oleh praktisi hukum Al Azhar Yusuf, kali ini kritik keras disuarakan Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar. Menurutnya, dalam menangani persoalan yang melibatkan BY (50) dan AR (50) aparat kepolisian setempat menggunakan kacamata kuda alias semenah-mena.

“Menurut saya, polisi gunakan kacamata Kuda, artinya penerapan pasalnya semenah-mena. Padahalkan sebetulnya bukan seperti itu yang disebut perambahan hutan. Tapi perusahaan (PT Musim Mas-red) yang masuk yang membuka lahan, bukan warga yang menjaga dan memanfaatkan hutan masih dalam level yang wajar,” ucap Haris Azhar kepada Kabiro Indonesia Berita Provinsi Riau melalui sambungan telepon pada Rabu (10/07/2019).

“Saya pikir itu salah dalam penggunaan Pasalnya oleh polisi, dalam banyak kasus itu biasanya karena mereka itu gak enak dengan pelapor,” tegas aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu.

Di lain kesempatan warga Desa Talau yang juga berada disekitar HGU PT Musim Mas mengungkapkan rasa kekesalannya. Menurutnya, pohon yang ditebang oleh BY dan AR adalah sisa-sisa dari pohong yang sebelumnya telah ditebang oleh PT Musim Mas.

“Saya katakan, itu yang ditebang oleh warga Desa Tanjung Beringin adalah sisa-sisa dari pengrusakan yang dilakukan oleh PT Musim Mas,” ketus Rawin.

Untuk diketahui, BY dan AR dilaporkan oleh perusahaan kelapa sawit PT Musim Mas ke Polres Pelalawan karena telah menebang empat batang pohon di lahan konservasi yang masuk dalam HGU miliknya. Keduanya (BY dan AR -red) mengakui, hal tersebut dilakukan atas perintah Pemerintah Desa Tanjung Beringin untuk keperluan pembuatan pentas dalam acara desa.

 

Editor: MAS

Komentar
Loading...