IBC, PELALAWAN – Penetapan tersangka warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau atas tuduhan perambahan hutan di wilayah konservasi sungai menarik perhatian publik, termasuk praktisi hukum dari Jakarta, Al Azhar Yusuf.

Tersangka BY (50) dan AR (50) dituduh dengan pasal 98 ayat 1 UU nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH dengan ancaman pidana penjara selama 10 tahun dan denda 10 miliyar oleh penyidik Reskrim Polres Pelalawan. Hal ini dikarenakan kedua tersangka telah melakukan penebangan empat batang pohon dalam kawasan hutan HGU perusahaan sawit PT Musim Mas.

Atas penerapan Pasal tunggal tersebut Al Azhar menuding, pihak kepolisian terkesan memaksakan dan tidak cermat. Empat batang pohon yang berdiameter sedang dan bukan diperjual belikan itu sangat memukul hati masyarakat setempat. Pasalnya yang merambah hutan sebenarnya bukanlah BY dan AR, melainkan PT Musim Mas.