IBC, MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir tidak menampik atas pemanggilan dirinya sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi suap anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso, serta menyangkut dugaan keterlibatannya atas kasus suap dana DAK Tahun 2016, Rabu (10/7/19) lalu.

Hal itu disampaikan melalui Kabag Humas Sekdakab Kepulauan Meranti, Hery Putra.

Hery membenarkan adanya penggilan tersebut. Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersoalkan karena Irwan Nasir hanya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Untuk itu pihaknya (Irwan Nasir -red) sedang menyiapkan semua berkas dan dokumen yang dibutuhkan dalam memberikan keterangan sebagai saksi.

“Sebagai warga negara yang taat hukum kita menghormati dan mendukung tugas-tugas KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Saat ini kita sedang melengkapi seluruh dokumen,” ujar Hery menirukan kata Bupati.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, Irwan Nasir ketika itu hanya berstatus sebagai PNS biasa dan sudah tidak menjabat sebagai Bupati lagi karena masa jabatan di periode pertamanya sudah habis.