Menjadi Referensi Mendunia

Kasat Reskrim Polres Pelalawan Bantah Tersangka BY Alami BAB Darah

IBC, PELALAWAN – Tersangka BY (50) penebangan empat batang pohon yang dilaporkan oleh pabrik kelapa sawit (PKS) PT Musim Mas pada 11 Juni 2019 lalu mengaku menderita sakit pada bagian perut.

Keluhan sakit pada bagian perut tersangka BY diakui sudah dideritanya sejak sebelum lebaran lalu. BY yang tidak pandai baca tulis melalui keluarganya sempat mengeluhkan sakitnya kepada pihak kepolisian Polres Pelalawan.

Riko, anak tersangka BY kepada awak media mengatakan bahwa ayahnya mengeluh sakit pada bagian perut. Bahkan keluarga sudah menyampaikan kepada aparat kepolisian untuk meminta izin membawa ayahnya kerumah sakit, namun polisi yang melakukan penjagaan pada saat itu menolak permintaan keluarga dengan dalih pihaknya yang akan mengurus pengobatan tersangka BY. Namun hingga saat ini BY mengaku tidak pernah dilakukan pengobatan.

“Bapak sebelum lebaran sempat berak darah bang, waktu itu kami sudah memohon sama pak polisi mau bawa bapak berobat, tapi polisi nya bilang biar mereka aja yang urus, rupanya sampai sekarang bapak bilang belum ada dilakukan pengobatan. Kemarin bapak selama seminggu bilangnya perutnya sakit kali bang,” jelas Riko usai menjenguk ayahnya pada Selasa (09/07/2019) lalu.

Menyikapi berita yang sebelumnya telah terbit dengan judul “Sempat BAB Berdarah, Permohonan Keluarga Membawa BY Berobat Ditolak Oknum Polisi”, Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian angkat bicara. Melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, Ardian membantah keterangan yang sebelumnya telah diberikan oleh keluarga BY kepada awak media.

“Yang bersangkutan tidak pernah BAB darah, kita selalu fasilitasi ke kesehatan dan sudah dicek tidak ada masalah, agar berita ini berimbang dan tidak sepihak,” kata Teddy kepada Biro Indonesia Berita Provinsi Riau pada Rabu malam (10/09/2019).

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian. Foto: Istimewa

Dari keterangan Syahrial selaku penasihat hukum BU dan AR, terkait surat penangguhan penahanan yang diajukan ke bagian Kasium Polres Pelalawan pada Selasa lalu bahwa kemungkinan baru akan sampai kepenyidik pada Kamis (11/09).

“Ia kita baru masukan permohonan penangguhan penahanan terhadap klien kita, Dan mungkin akan sampai kemeja penyidik pada Kamis ini,” ucap Syahrial melalui sambungan telepon, Kamis (11/09).

Tim penasihat hukum sekali lagi menekankan bahwa alasan pengajuan penangguhan penahanan terhadap kliennya ada beberapa faktor mendasar yang mestinya menjadi pertimbangan dari pihak kepolisian.

“Ia klien kita BY dan AR sudah berusia 50 tahun, belum lagi mereka sebagai tulang punggung keluarga. Istrinya pak BY juga kondisi nya lumpuh. Jadi kami berharap ini menjadi pertimbangan bagi temen-temen dikepolisian,” pungkas Syahrial.

 

Editor: MAS

Komentar
Loading...