IBC, JAKARTA – Malang nian nasib Siti Rodiyah lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) tahun 2016 yang lalu, tentunya dengan harapan setelah lulus sekolah mendapatkan sebuah pekerjaan, sebagaimana pada umumnya anak-anak remaja yang ingin mencari pengalaman di dunia kerja.

Pasalnya menurut Siti ia dimintai uang jaminan oleh perusahaan dimana tempat ia melamar bekerja. Dia menuturkan pengalaman pahit itu, saat mencoba mengadu nasib dengan melamar kerja di PT Sinar Abadi, di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Banten, sebagai receptionist, yang ia dapatkan informasi melalui internet.

“Pada saat dipanggil menemui manager yang berkantor di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, saya dikasih dua karir yaitu admin dan receptionist. Saat itu pas panggilan kerja pertama diinterview diminta jaminan uang sebesar Rp 700 ribu, tapi baru saya cicil 500 ribu,” ujarnya kepada redaksi melalui pesan singkat Whatsapp, Jumat (12/7/2019).

Baca Juga : Awas! Modus Penipuan Membuka Lowongan Kerja, Korban Diminta Imbalan

Lebih lanjut ia menyampaikan, saat panggilan kedua, ia dipanggil untuk menemui manager, dan saat itu juga ia harus melunasi jaminan, yang selanjutnya menurut Siti, ia lunasi jaminan training kepada pihak perusahaan.

“Saya langsung lunasi 700 ribu, dan saya ditanya mau langsung training atau langsung kerja, apa masih proses dulu? ucap Siti menirukan ucapan manager perusahaan itu. “Ya pastinya saya jawab langsung kerja,” kata Siti.

Namun demikian pihak perusahaan tidak juga berhenti meminta imbalan kepada Siti yang sedang membutuhkan kerja. Tanpa berpikir panjang Siti pun memberikan uang Rp 300 ribu kepada pihak perusahaan untuk ketiga kalinya.

“Setelah itu saya dikasih surat dan saya disuruh training ke PT Bina Cemerlang Anugrah sama bapak Rahman berikut alamatnya. Tapi setelah saya teliti alamat sama yang disurat dan alamat yang Bapak Manager Ari kasih ke saya itu beda,” ungkap Siti.