IBC, ACEH TIMUR – Keberadaan sumur migas Blok A Medco E&P Malaka di Desa Alue Siwah Kecamatan Nurussalam membuat masyarakat merasa bangga dan tersenyum ceria.

“Kami pemuda Nurussalam bangga karena salah satu sumur migas besar Pt Medco E&P, malaka berada di kecamatan kami tepatnya di Desa Alue Siwah. Ini sungguh sebuah kebanggaan bagi kami. Ketika malam hari kami hanya melihat pembakaran gas beracun seperti sebuah sinar yang menyinari kehidupan masyarakat sekitar, akan tetapi selama Medco beroperasi kami tidak mendapatkan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) ataupun sebagainya.” terang Hasan Basri kepada Indonesia Berita Biro Aceh Timur, Minggu (14/7/2019).

Menurut Hasan harusnya kecamatan kami mendapatkan CSR dari Medco seperti yang dirasakan kecamatan lain.

“Sepatutnya kami pemuda dan masyarakat sedikitnya ada CSR yang kami rasakan seperti kecamatan lainnya. Kalau berbicara tenaga kerja mungkin dari kecamatan kami tidak banyak yang bekerja di Medco, bahkan keberadaan sumur gas utama Medco tersebut di kecamatan kami, membuat masyarakat kecewa, Sapi punya susu, Lembu punya nama, sumur gas ada di kami tapi CSR ke kecamatan lain”.ungkapnya dengan nada kecewa.

Seleanjutnya Hasan menegaskan kalau seperti ini lebih baik sumur migas itu ditutup saja.

“Jangan lagi beroperasi disini, ataupun dipindahkan saja ketempt lain. Saya berharap Medco dapat mempertimbangkan keluhan Masyarakat kami selama ini.” tutupnya dengan tegas.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Nurussalam Jalaluddin mengatakan memang tidak ada CSR dari Medco untuk Kecamatan Nurussalam

“Sepengatahuan saya Kecamatan Nurussalam memang belum ada CSR dari Medco walaupun sumur migas ada di lecamatan kita.” ujar Jalaluddin kepada Indonesia Berita saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (14/7/2019).

Humas Medco E&P Malaka Rahmat saat dikonfirmasi media ini mengatakan kita tunggu rilis resminya saja .

“Karena tanggapan perusahaan harus berdasarkan persetujuan dan kesetujuan pihak manajemen.” ujar Rahmat.

Penulis : Lukffar

Editor : YES