Bersedia Diperiksa KPK, Kabag Kominfo Meranti Bantah Dugaan Penyalahgunaan Anggaran

IBC, MERANTI – Kepala Bagian (Kabag) Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kepulauan Meranti Syaiful Ikram, bantah dugaan atas dirinya yang dikatakan sengaja melakukan perbuatan semena-mena hingga mempersempit ruang gerak dan merendahkan wartawan.

Menurut Saiful, ia tak pernah tahu tentang dana publikasi media, bahkan melihat Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) nya juga hanya sekali, kecuali ada permintaan tanda tangan pertanggungjawaban oleh bawahnya.

“Saya tak tau sama sekali yang namanya uang media online, kecuali ada minta tanda tangan pertanggungjawaban saya teken. Bahkan nengok DPA itu sekali saja seumur hidup saya, mengapa itu saya lakukan, karena saya tak mau berurusan, tapi karena sudah diserahkan menjadi tanggung jawab saya, untuk mengurus dana media online masuk ke Kabag Kominfo, prosesnya saya serahkan kepada kasubagnya,” ujar Saiful kepada Indonesia Berita di ruang kerjanya, Kamis (17/7/2019).

Saiful juga mengatakan kalau ia baru pertama kali berhadapan dengan media online. Menurutnya, sangat tidak mungkin kalau dikatakan mempersulit urusan media online.

“Kemudian yang kedua katakan juga, saya bertemu dengan media online ini pada tahap pertama, yang berkaitan tentang mekanisme dan pemberian informasi yang berhubungan dengan media online, jadi belum ada rasanya saya membuat media online itu susah dan segala macamnya. Dan sudah saya sampaikan, untuk tahap pertama ini semua media online bayar, mau yang ada hukum tak ada hukum bayar semua, di sisi mana berbelit-belitnya,” katanya lagi.

Lebih lanjut Kabag Kominfo ini juga menjelaskan, kedepannya bakal menggunakan mekanisme dan aturan kontrak kerjasama dengan media online mengikut ketentuan yang lebih mendetail, hal itu dikarenakan Pemerintah Daerah sudah bekerjasama dengan Indonesian Corruption.

“Kami ini sekarang sudah bekerjasama dengan Indonesia Corruption, yang nanti akan memonitor. Itu kami lakukan kerjasama untuk mengetahui secara mendetail tentang media online itu, pertama terdaftar tidak media online itu, kedua seperti apa tentang berita media online itu, itu nanti bisa kami zoom satu hari berapa berita tentang Meranti yang masuk kemudian berita ini dibaca siapa saja sampai kemana saja, jadi itulah yang akan kita jadikan panduan. Salah kah itu?” ungkap Saiful, yang diakhiri dengan pertanyaan.

Ditegaskan juga oleh Saiful, bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam pembagian dana publikasi media, bahkan dana Daerah selain haknya. Ia bahkan mengaku siap diperiksa pihak berwenang bilamana itu terjadi.

“Saya rasa sampai saat ini boleh diperiksa oleh BPK dan KPK adakah saya makan uang daerah ini tanpa hak saya. Apalagi ada uang media yang saya makan jadi daging babi di badan saya. Selain itu saya juga sangat menyesalkan pemberitaan itu, seolah olah orang media mengatakan saya ini makan uang itu,” tegasnya.

Terakhir Saiful juga menghimbau kepada awak media, agar mengantongi mekanisme kerjasama antara media online dengan Bagian Kominfo Pemda Meranti.

“Himbauan ini ditujukan, terutama bagi yang tidak mengikuti pertemuan Sekda bersama wartawan beberapa waktu lalu di kantor Bupati Kepulauan Meranti,” pungkasnya.

Penulis: Noeradi

Editro: MAS

Komentar
Loading...