Seknas Jokowi DKI Do’akan Prof Rokhmin Dahuri Masuk Kabinet

IBC, JAKARTA – Dalam acara Workshop Nasional bidang Kemaritiman dalam rangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator bidang Maritim pada hari Kamis, 18 Juli 2019, di Hotel Aryaduta Jalan Prajurit Usman dan Harun No. 44-48 Gambir, Jakarta Pusat, dengan Keynote Speech Rokhmin Dahuri yang membawa tema ‘Pembangunan Kemaritiman Menuju Visi Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia’.

Ketua Seknas Jokowi DKI Monisah yang didampingi Mulyadi, Ustadz Rizal Maulana, Karsono dan Hana, setelah mendengar Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri memaparkan sebagai pembicara kunci dalam acara itu secara seksama dari awal sampai akhir, merasa Visi Indonesia Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan didepan ribuan relawan di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor pada Minggu, 14 Juli 2019.

“Manakala pembangunan ekonomi maritim dikembangkan secara sungguh-sungguh. Kemungkinan besar akan dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.” ujar Ketua Seknas Jokowi DKI Monisyah dalam rilisnya kepada Indonesia Berita di Jakarta (19/7/2019).

Monisyah yang juga Sekjen Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) meyakini jika ekonomi maritim menawarkan segudang potensial dan bisa menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkualitas dan inklusif secara berkelanjutan.

Pasalnya dengan mengutip paparan Rokhmin Dahuri, ternyata, ungkap Monisyah, pembangunan ekonomi maritim meliputi 11 sektor potensial mulai dari perikanan tangkap; perikanan budi daya; industri pengolahan perikanan dan hasil laut; industri bioteknologi kelautan; energi dan sumber daya mineral (ESDM); pariwisata bahari; perhubungan laut; kehutanan; sumber daya wilayah pulau-pulau kecil; industri dan jasa maritim; dan sumber daya alam (SDA) non-konvensional.

“Potensi total nilai ekonomi dari 11 sektor kata Prof Rokhmin, sebesar US$ 1,5 trilyun pertahun atau 1,5 produk domestik bruto (PDB). Termasuk potensi lapangan kerja sekitar 45 juta orang atau sekitar 35 persen total angkatan kerja kita. Sayangnya, kata Prof Rokhmin juga, potensi ekonomi maritim tersebut baru bisa dimanfaatkan 25 persen saja.” tuturnya.

Yang menarik menurut Monisyah yang menakhodai Seknas Jokowi DKI sejak pemilihan presiden (Pilpres) 2014 sebagai pendukung pasangan calon (paslon) Jokowi-JK, adalah pemaparan Rokhmin jika kita mampu menyumbangkan 500 ribu ha dari 3 juta ha lahan pesisir bernilai ekonomi untuk tambak udang Vaname.

“Jika secara moderat dengan produktivitas rata-rata 40 ton/ha/tahun, maka bisa dihasilkan 20 juta ton atau 20 milyar kg udang Vaname setiap tahunnya. Dengan harga udang Vaname saat ini US$ 5/kg, maka nilai ekonomi langsung menjadi US$ 100 milyar atau sama dengan 10 persen PDB saat ini”, ulas Monisyah menyimak paparan Guru Besar IPB tersebut.

Keuntungan bersihnya, lanjut Ketua Seknas Jokowi DKI, rata-rata Rp.10 juta/ha/bulan. Artinya jika mulai tahun depan, tahun 2020 sampai 2024, dibuka usaha 100 ribu tambak udang Vaname setiap tahunnya. Maka dari usaha udang ini saja bisa menyumbangkan 2 persen pertumbuhan ekonomi pertahun.

“Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi 7 persen pertahun bagi pembangunan kemaritiman Indonesia adalah keniscayaan” lanjut Monisyah.

Belum kesempatan kerja langsung yang on farm yang bisa diciptakan dari 500 ribu ha tambak udang Vaname ini sekitar 2 juta orang, dan tidak langsung yang off farm sekitar 1,5 juta orang.

Ketua Seknas Jokowi DKI Monisyah sepakat dengan pernyataan pamungkas Prof Rokhmin Dahuri, jika yang perlu dikembangkan adalah penegakan ekonomi maritim guna meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat yang masih jauh dari tuntutan kebutuhan hidupnya.

“Termasuk masalah sosial ekonomi serta kesenjangannya yang masih tinggi, sungguh-sungguh akan menjadi tantangan bagi pembangunan nasional.” paparnya.

Itu sebabnya Monisyah merasa bersyukur masih ada seorang tokoh yang saat ini menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Maritim, Prof Rokhmin Dahuri, yang masih terus menyuarakan ilmu dan keahliannya tanpa lelah, untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Bertepatan Rokhmin adalah juga penasehat kami sejak Pilpres 2014, dan pernah atasnama Seknas Jokowi DKI berkampanye di Youth Center Otista Jakarta Timur. Sangat wajar manakala kami, Seknas Jokowi DKI, mendo’akan agar Prof Rokhmin masuk di Kabinet Indonesia Kerja periode 2019-2024. Namun demikian tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan atas hak prerogatif Bapak Presiden Jokowi, atas seijin dan berkat kasih Tuhan, do’a kami mudah-mudahan saja terkabulkan. Amin.” pungkasnya sambil photo bersama dengan Rokhmin Dahuri usai acara workshop tersebut.

Penulis : Fitra

Editor : YES

Komentar
Loading...