IBC, JAKARTA – Bagi para penonton maupun pelanggan kanal youtube Hujan Tanda Tanya (Hutata) tentunya tidak asing dengan sosok Rousyan Fikri yang akrab disapa Fikri.

Sebagai seorang konten kreator, Fikri kerap mengisi kanal youtube miliknya dengan konten-konten edukasi, ingin menghadirkan konten pendidikan berkualitas yang mendukung pembelajaran di sekolah.

Fikri bersama kedua rekannya meluncurkan sebuah aplikasi untuk para pelajar tingkat SMA di seluruh Indonesia yang dapat diakses melalui smartphone.

Pahamify sebuah aplikasi belajar yang mengedepankan konten pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas dengan motto ‘Belajar Jadi Seru!’, aplikasi ini diciptakan untuk merancang proses pembelajaran seseru bermain game.

Selaku CEO dan co-founder, Fikri mengaku optimis Pahamify dapat meraih tempat dihati para siswa di Indonesia karena konten-konten berkualitas yang menjadi nilai penting aplikasi ini, meskipun penyedia aplikasi bimbingan belajar terbilang banyak.

“Meskipun sudah banyak aplikasi belajar tersedia, konten berkualitas tetap menjadi barang langka. Konten berkualitas tidak hanya menjelaskan materi pembelajaran, tapi juga tujuan dan bagaimana aplikasi ilmu dalam dunia nyata,” ungkap Fikri saat peluncuran aplikasi Pahamify di GoWork Setiabudi, Jumat Siang (19/7/2019).

Sejak didirikan awal tahun lalu hingga diluncurkan, Pahamify telah membantu lebih dari seratus pelajar dari berbagai daerah menembus tes masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Pahamify kini tersedia untuk smartphone Android dan dapat diunduh melalui playstore. Konten-konten yang disediakan masih untuk jenjang SMA IPA, sedangkan konten SMA IPS akan diluncurkan pada September.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informasi I Nyoman Adhiarna, mengungkapkan aplikasi berbasis pendidikan selamanya akan berguna bagi masyarakat.

“Pendidikan di Indonesia ini permasalahannya sangat banyak. Usia pendidikan yang masih sangat rendah, rata-rata SMP kelas 2. Hidup di pulau yang terpencar-pencar sehingga dibutuhkan aplikasi seperti ini (Pahamify -red),” ungkap Nyoman kepada pewarta Indonesia Berita.

Lebih lanjut, Nyoman menambahkan suatu saat pemerintah harus didorong untuk membeli aplikasi seperti Pahamify supaya lebih banyak menjangkau dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Walaupun aplikasi ini berbayar ya, kan belum tentu semuanya mampu menggunakan aplikasi berbayar. Kalo menurut Saya, semua yang hadir disini adalah anak gedongan. Bagaimana dengan yang di desa-desa. Jadi, suatu saat pemerintah harus terdorong untuk membeli aplikasi ini agar lebih banyak masyarakat yang terjangkau dan memanfaatkannya,” tutup Nyoman.

Penulis : Zeki

Editor : MAS