IBC, LAMPURA – Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKB) Kabupaten Lampung Utara gelar Grand Launching Universitas Muhammadiyah dan pelantikan Rektor yang di laksanakan di halaman kampus UMKB Kotabumi Kabupaten setempat, Senin (22/7/2019).

UMKB sendiri merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi Keguruam dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah (STKIP-M) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIH-M) dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Riset Tehnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor: 477/KPT/I/2019. Salah satu rangkaian acara ini adalah pelantikan Sumarno sebagai Rektor UMK periode 2019-2023 berdasarkan SK Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 207/KEP/I.0/D/2019.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Lampura, Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, bersama perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti), Win Honaini, Ketua Pimpiwan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Marzuki Noor, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampura Zainal Abidin, Badan Pengawas Harian (BPH) UMKB Hidayatullah, perwakilan Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, A. Sayuti, serta salah satu Hakim Agung Mahkamah Agung, Teguh Satya Bhakti.

Pada kesempatan itu, Ketua BPH UMKB, Hidayatullah mengatakan proses penggabungan dua sekolah tinggi (STKIP dan STIH) merupakan kerja keras, cerdas dan tuntas yang dilakukan teman-teman pimpinan kedua sekolah tinggi tersebut. Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas merupakan sebuah cita-cita lama yang saat ini telah terwujud.

“Dengan dikeluarkannya SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi maka resmilah berdirinya UMKB di sini. UMK merupakan satu-satunya universitas yang ada di Lampung Utara. Terimakasih buat semuanya yang telah bekerja dan mendukung penuh terwujudnya UMKB,” ujar Hidayatullah.

Pada kesempatan itu juga, Rektor UMKB, Sumarno, menyatakan bahwa prosesi hari ini merupakan momentum bersejarah di Lampung Utara karena telah berdiri pertama dan satu-satunya universitas dengan program studi yang telah terakreditasi. Jabatan sebagai Rektor merupakan sebuah amanat yang berat dan harus dipertanggungjawabkan baik kepada majelis dikti Muhammadiyah, persyarikatan, masyarakat terutama kepada Allah SWT.

“Saya memohon peran majelis Dikti, PWM, PDM untuk dapat memajukan UMK menjadi salah satu universitas terbaik dan unggul di Lampung. Dan saya yakin dengan dosen-dosen yang dimiliki UMKB mereka bertalenta dan profesional. Pengembangan kompetensi dosen sebuah keniscayaan untuk membangun iklim civitas akademika yang baik dan sehat. Karena itu saya mohon dukungan dan kerjasamanya,” kata Sumarno.

Sementara itu, perwakilan Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, A. Sayuti, mengatakan, dengan berdirinya UMKB maka Muhammadiyah telah memiliki 166 perguruan tinggi yang 54 diantaranya berbentuk universitas di seluruh Indonesia.

Eksisnya dakwah Muhammadiyah melalui jalur pendidikan tidak lepas dari kepercayaan masyarakat karena itu jaga dan rawat kepercayaan masyarakat dengan mutu dan kualitas pendidikan.

Ia mengklaim, Muhammadiyah telah banyak membantu negara dalam kontribusinya dalam berbagai bidang terutama pendidikan. Banyak kampus-kampus Muhammadiyah yang posisinya sama bahkan melebihi universitas negeri yang ada.

“Kami akan selalu mendampingi UMKB. Kami harap dalam waktu dekat muncul prodi-prodi baru berakreditasi. Dan kami pun meminta dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah,” tuturnya.

Masih ditempat yang sama, perwakilan L2Dikti Wilayah II, Win Honaini, menyampaikan berdirinya sebuah universitas merupakan tolak ukur pembangunan sumberdaya manusia di daerah setempat. Oleh karena itu diharapkan masyarakat sekitar untuk mengenyam pendidikan di universitaa terdekat.

“Akreditasi program studi merupakan nyawa dari perguruan tinggi dan saya yakin atas kinerja Rektor dan jajarannya untuk itu semua. Terlebih lagi dalam waktu dekat akan dibuka prodi pasca sarjana hukum. Kami L2Dikti siap mensupport,” tutup Win Honaini.

Penulis: Syahrial

Editor: MAS