IBC, PELALAWAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau menuju akreditasi dari rumah sakit Type C menjadi rumah sakit Type B terus berbenah dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat pengguna layanan kesehatan di RSUD tersebut.

Manajemen yang sudah terstruktur dengan rapi dibawah kepemimpinan direktur baru Zul Anwar, dinilai Bupati Pelalawan HM. Harris sudah baik. Bahkan Harris dalam Coffe Morning beberapa waktu lalu sempat memuji pelayanan RSUD Selasih sudah membaik.

Untuk meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat, pihak rumah sakit Selasih seperti yang dikatakan KTU RSUD Selasih, Khairul kepada Bonotimes mengatakan bahwa manajemen telah mengajukan pengadaan Shuttle Bus atau kendaraan antar-jemput pasien kepada pemerintah daerah sebanyak 2 (Dua) unit.

“Untuk meringankan biaya operasional pasien jadi kami merasa perlu menyediakan Shuttle Bus itu, kita ajukan dua unit, hari ini (Selasa, 23/7/2019 -red) tengah dibahas dirapat paripurna (DPRD Pelalawan),” kata Khairul ketika ditemui diruang kerjanya.

Bukan tanpa alasan wacana pengadaan Shuttle Bus tersebut digagas, sebab pengakuan daripada masyarakat yang sedang berobat saat itu, bahwa biaya transportasi dari Pangkalan Kerinci menuju RSUD Selasih pulang-pergi sebesar Rp 48.000 sampai Rp 50.000 dengan menempuh perjalanan sekitar 25 menit untuk sampai ke rumah sakit.

Khairul mengatakan bahwa sering kali ditemui pasien yang menggunakan transportasi jenis Becak merupakan pasien Jamkesda yang ekonominya tergolong sulit. Dikhawatirkan dengan ongkos yang terbilang mahal tersebut, pasien Jamkesda justru tidak bisa berobat.

“Kita kasian dengan pasien. Coba kita lihat banyak juga pasien kita yang menggunakan Jamkesda. Biaya pengobatannya ditanggung pemerintah, gimana dia mau bayar ongkos becak sebesar itu,” jelas Khairul.

Selain Shuttle Bus tersebut, ada hal lain yang terbilang sangat penting, yaitu Akses jalan yang rusak berlubang menuju RSUD Selasih. Jika tidak segera diperbaiki maka dikhawatirkan akan mencederai pasien yang ingin berobat di RSUD Selasih.

Khairul menjelaskan bahwa pihak pemerintah tidak bisa memperbaiki jalan tersebut dikarenakan posisi jalan tersebut masih di area PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

“Pemda gak bisa masuk disitu, sebab itu wilayah RAPP. Kita meminta kepada RAPP untuk memperbaiki jalan itu, sebab bahaya kalau pasien dalam kondisi tertentu lewat, .bisa membahayakan kondisinya kan,” terang Khairul lagi.

Namun Khairul membeberkan kalau pihak RAPP keberatan untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, menurutnya penyebab keberatan tersebut disebabkan masih banyaknya kendaraan jenis Truk yang melintas.

Sampai berita ini terbit, pihak RAPP belum memberikan tanggapan terkait konfirmasi yang disampaikan oleh biro Indonesia berita provinsi Riau melalui WhatsApp pada Selasa lalu.

Editor: MAS