IBC, BANTEN – Sarah yang bertempat tinggal di kampung Barabay RT/RW 07/04 Kel/Desa, Babarsari, Kecamatan Jiput Pandeglang-Banten.

Ibu Sarah biasa di panggil masyarakat sudah mengidap penyakit kanker payudara tersebut sudah dua tahun, tinggal berdua dengan anaknya bekerja sebagai buruh bangunan. Sariman sebagai anak dari ibu Sarah juga sering sakit-sakitan mengatakan, bahwa ibunya belum pernah sama sekali mendapat penanganan medis, dulu pernah ada Kepala Desa datang namun tidak ada kabarnya sampai sekarang.

“Sebenarnya saya kepengen sekali sembuh tapi harus bagaimana tidak tahu harus mengadu kemana,” ujar Ibu Sarah kepada pewarta Indonesia Berita, di Pandeglang, Kamis (25/7/2019).

Senada dengan anaknya, Sariman, “Saya sih pengennya ibu saya cepat sembuh cuma kami dari mana buat berobat buat makan saja sulit, dan kadang kami saja makan satu hari satu kali, kalo ada yang mau bantu kami saya sangat amat bersyukur,” jelasnya.

Ia berharap Bupati Pandeglang dan Gubernur Banten dapat melihat kondisinya saat ini, “saya berharap pemerintah kabupaten Pandeglang khususnya ibu bupati bisa datang melihat kondisi saya, syukur-syukur bapak Gubernur Banten bisa hadir sehingga bisa membantu saya,” ungkap dia.

Masih di tempat yang sama, Relawan Kesehatan Robi mengatakan, bahwa pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan Kepala Desa TKSK dan PKM terdekat, namun kata dia belum ada tanggapan.

“Kami berharap kita semua masyarakat Pandeglang bahu membahu untuk membantu saudara kita yang terkena penyakit itu, tapi memang kami belum tahu stadium berapa kankernya. Seperti kita lihat sendiri kalau penyakit ibu Sarah segera butuh pertolongan,” ucap Robi.

Lebih lanjut dia menuturkan, berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Sosial, serta Pemerintah Banten dapat mengatasi penyakit yang diidap Ibu Sarah dalam waktu dekat ini.

“Dalam kondisi seperti ini pemerintah daerah dan pusat harus hadir untuk bersama-sama membantu masyarakatnya. Jemput bola sudah bukan menunggu bola lagi,” tutupnya.

Penulis : M. Rohim

Editor : MAS