IBC, TALAUD – Penertiban lapak liar di Kawasan Wisata Kuliner Pantai Indah Melonguane, yang terletak di Kelurahan Melonguane, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (24/7/2019) lalu, berlangsung lancar dan aman tanpa perlawanan dari para pedagang.

Kegiatan ini di bawah koordinasi Camat Melonguane, Dinas Perindustrian dan pengawalan ketat dari kepolisian Polsek Melonguane.

Walaupun sempat dikuatirkan akan ada perlawanan karena akan dipindahkan secara paksa, namun para pedagang terlihat antusias mengevakuasi barang dagangan dan membongkar sendiri lapak mereka.

Kawasan Wisata yang setiap minggunya digelar kawasan bebas kendaraan (Car Free Day) ini, kini bebas dari pedagang pasar.

Para pedagang yang dibantu anggota Satpol PP, mulai memindahkan jualan dan lapak mereka ke pasar yang telah disediakan Pemerintah, di kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur.

“Torang pe tujuan bajual di sini cuma mo kase tutup pasar lama. Nyanda dia pe lebe-lebe, cuman itu. (Ketika pemerintah bilang pindah, dengan senang hati – red).” ujar seorang pedagang ikan, saat ditemui di lokasi jualan yang telah ditertibkan.

Pembongkaran lapak para pedagang tersebut, menurut Camat Melonguane Oni Maliatja, sebagai langkah atau tahap awal Pemerintah untuk menertibkan dan menciptakan kondisi Kota Melonguane yang tertib, nyaman, bersih dan indah.

Penertiban ini juga dilakukan untuk mengembalikan fungsi Kawasan Pantai Indah Melonguane sebagai lokasi wisata kuliner.

“Wajib pemerintah hari ini melakukan penertiban. Penertiban kota, bukan pemindahan pasar. Karena pasar ada di sana (di Kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur – red), bukan pasar ini,” kata Camat Melonguane yang akrab dengan istilah cak-cak nya ini.

Untuk itu, para pedagang tersebut, tetap mendesak pemerintah segera menutup pasar lama dan memindahkan beberapa pedagang yang masih berjualan di pasar lama ke pasar baru yang telah disiapkan oleh Pemerintah.

Sebab, jika masih ada akitivas jual beli di pasar lama, mereka mengancam untuk meninggalkan pasar baru dan kembali ke pasar lama.

“Ini cuman torang pe demonstrasi untuk pemerintah. Kalau pemerintah bilang bale, torang bale. Namun kalau tidak mau pindahkan semua pedagang di pasar lama ke pasar baru, torang juga mau bale ulang. Bukan ke sini, tapi di pasar lama,” tegas beberapa pedagang.

Dari berbagai sumber yang berhasil dirangkum Indonesia Berita, Ibu Rini (salah satu pedagang di pasar tersebut – red) dan rekan-rekannya, telah berjualan di tempat tersebut sekitar dua bulan lebih lamanya.

Awalnya mereka berjualan di Pasar Lama, di Lingkungan III Kelurahan Melonguane Timur yang diketahui, Pasar Lama tersebut awalnya merupakan sebuah pasar desa.

Kini pasar tersebut dinilai sudah tidak layak. Selain mengganggu kenyaman, ketertiban dan keindahan kota, lahan dan bangunan pasar milik pemerintah daerah di lokasi itu hanya seluas 5×7 meter saja, sehingga tidak lagi dapat menampung jumlah pedagang yang terus meningkat.

Karena itu, sekira 6 Februari 2019 lalu, Ibu Rini bersama sebagian besar pedagang direlokasi ke Pasar Baru yang terletak di Kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur, beberapa kilo meter dari pasar lama.

Namun, awal Mei 2019 lalu, Ibu Rini dan sekira 50 rekannya mulai membuka lapak di Kawasan Wisata Kuliner Pantai Indah Melonguane.

Tindakan itu dilakukan para pedagang, sebagai protes atas ketidaktegasan pemerintah untuk memindahkan seluruh pedagang di pasar lama ke pasar baru, yang berdampak meruginya pedagang pasar baru akibat kurangnya pembeli.

Selain itu, para pedagang juga berharap untuk tempat atau lapak para pedang di pasar baru ditata dan diatur dengan baik agar semuanya mendapatkan lapak dan semua pedagang diberlakukan secara adil.

Editor: MAS