IBC, TERNATE – Terus menggemakan hukuman mati untuk pelaku Pembunuhan Gamaria Wahab atau Kiki Kumala. Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) PMII Kota Ternate. Kamis (25/07/19) Menyambangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara.

Kedatangan KOPRI PMII Kota Ternate dalam rangka melakukan audensi dengan DITRESKRIMUM Polda Malut, terkait meninggalnya Gamaria Wahab atau Kiki Kumala.

Ketua KOPRI PMII Irawati Harun kepada media Indonesiaberita mengatakan, kedatangannya bersama pengurus KOPRI PMII dalam rangka audiensi dengan Ditreskrimum Polda Malut

“Ada dua tuntutan dibawakan KOPRI PMII Kota Ternate, pertama usut tuntas kasus Kiki Kumala, kedua adalah pengawalan isu melalui medsos dengan bumingkan Hastag #SaveKIKI #EksekusiMatipelakupembunuhanKiki di semua akun media sosial yang merupakan bagian dari bentuk kepedulian kita pada kasus pembunuhan Kiki Kumala,” ujar Ira sapaan akrabnya kepada Indonesia Berita.

Ira menjelaskan, pelaku harus di hukum mati, sebab sudah berulang kejahatan yang sama dia lakukan.

“Bagi kami pelaku harus di hukum mati karena kejahatan yang di lakukan pelaku sudah berulang dengan kasus yang sama atau pelaku adalah recidive,” tuturnya.

Sementara itu Bahrun Hi Saban Kabag Pembinaan Operasional Ditreskrimum Polda Malut mengatakan dalam waktu dekat semua akan dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tahapan sudah hapir tuntas, tersangka, barang bukti ada, dan kemarin di lakukan otopsi serta rekan rekan saya ada di tidore untuk melakukan reka ulang,” cetusnya.

Bahrun menyebut, pihaknya telah menjadikan kasus ini sebagai atensi.

“Kami sangat serius dan profesional karena kasus ini telah menjadi atensi artinya menjadi tanggung jawab besar bagi kami penyidik sebab melalui Kapolri hingga ke Kapolda sudah memberikan warning untuk diselesaikan,” tuturnya.

Dia memastikan, aspirasi dari KOPRI PMII akan disampaikan ke pimpinanya serta sangat berterimah kasih atas dukungan moril dari KOPRI PMII Kota Ternate.

“Kami berharap kepada KOPRI PMII kota Ternate untuk memberikan dukungan moril kepada Polres Tikep dan Polda Malut untuk menuntaskan kasus ini,” tutupnya.

Untuk diketahui Tersangka MI (35) dikenai Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, subsider 339 pembunuhan dengan tindak pidana lainnya junto 365 pencurian dan kekerasan serta Pasal 285 tentang pemerkosaan dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Editor : YES