IBC, TALAUD – Usai melakukan relokasi dan menertibkan pasar kilat di Kawasan Wisata Pantai Indah Melonguane, kini giliran pasar lama yang berlokasi di Kelurahan Melonguane Timur, mulai dipindahkan ke Pasar baru milik Pemkab Talaud.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (25/7/2019) kemarin, mulai memindahkan lapak para pedagang yang masih berjualan di pasar tesebut.

Sekalipun proses relokasi menegang karena sempat terjadi adu mulut dan menuai protes dari sejumlah pedagang, namun dengan usaha persuasif yang dilakukan Pemerintah serta mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian, dibawah kepemimpinan Kapolsek Melonguane, Ipda Dedi Matahari, dan dibantu anggota Satpol PP.

Proses relokasi pun akhirnya berjalan dengan aman dan lancar. Para pedagang akhirnya pasrah untuk diangkut ke Pasar Baru yang terletak di kampung Alelo, Kelurahan Melonguane Timur, yang berjarak beberapa kilometer dari pasar tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Talaud, Julianto Parauba,
menyebutkan untuk hari pertama relokasi di Pasar tersebut, ada puluhan lapak yang sudah diangkut ke dalam mobil truck dan kemudian dipindahkan ke Pasar baru.

Parauba berkata, rencana relokasi pasar tersebut sudah ada sejak dua tahun yang lalu.

“Namun masih terkendala dengan persiapan lahan yang ada di pasar baru yang masih harus disiapkan, maka proses relokasi baru terlaksana saat ini. Sehingga setelah merelokasi pasar dadakan yang ada di pantai indah Melonguane, kami lanjutkan dengan pasar lama ini. Karena pasar baru, sudah bisa digunakan,” kata Parauba kepada sejumlah awak media, saat dikonfirmasi di lokasi tersebut.

Parauba menerangkan, bahwa proses relokasi ini bertujuan agar masyarakat yang melakukan aktivitas jual beli, sudah bisa dilakukan di pasar baru.

“Sekalipun masih ada penolakan dari beberapa orang pedagang, namun proses relokasi tetap berjalan lancar. Ini bertujuan agar aktivitas jual beli, sudah terpusat di pasar yang baru,” tuturnya.

Salah satu bangunan di pasar lama Melonguane yang dibongkar petugas Satpol PP, Kamis (25/7/2019). Foto: Melky Zedeck/ Indonesia Berita

Parauba menambahkan, akan percuma bila pasar yang sudah dibuat sebaik mungkin oleh pemerintah daerah, tapi tidak digunakan oleh para pedagang.

“Kami berharap, agar para pedagang dapat menerima ini. Karena relokasi ini, bertujuan menghilangkan kekumuhan, mengingat Melonguane adalah Ibukota. Selain itu, di pasar baru, kebersihan dan kenyaman pedagang dan pembeli dapat terjaga, karena disana sudah ada terminal yang siap di operasional kan, kami juga akan membuat pelabuhan speedboat di lokasi pasar baru, sebagai sarana pendudukung, peningkatan aktivitas jual beli masyarakat,” ungkap Parauba.

Sejumlah pedagang yang lapaknya dibongkar untuk dipindahkan ke pasar baru awalnya melakukan protes, namun setelah melakukan koordinasi akhirnya mereka pasrah dan menerima lapaknya di pindahkan.

“Kami menerima, asalkan jangan ada lagi yang masih berdagang disini. Jangan sampai terjadi ketidakadilan. Tapi kalau semua pedagang disini dipindahkan, kami senang,” ungkap Ibu Martje, salah satu pedagang pasar lama, dengan nada yang cukup tinggi.

Ibu Martje mewakili sejumlah pedagang tersebut, meminta kepada pemerintah untuk dapat mengatur ongkos, tranportasi umum seperti bentor (kendaraan roda tiga – red), agar aktivitas jual beli masih bisa terjangkau.

“Karena kalau biaya tranportasi tinggi, maka harga jual pun ikut naik. Tapi kami merasa, pemerintah sudah memikirkan terkait hal tersebut,” pungkasnya.

Proses relokasi pada Kamis kemarin tersebut selesai pukul 17.00 Wita, dan dilanjutkan pada Jumat (26/7/2019) pagi.

Dari pantauan Indonesia Berita hingga sore hari, proses relokasi pun masih berlangsung. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, proses relokasi akan terus berlanjut hingga semua pedagang yang menempati pasar lama sudah dipindahkan semua ke pasar baru milik Pemerintah.

Editor: MAS