IBC, LANGSA – Masyarakat nelayan Desa Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, kembali menggelar giat tahunan Kenduri Laot (laut – red) bertempat di Pantai Ujung Peureuleng (dulu Pulau Siwah) hal ini dimaksudkan sebagai wujud syukur kepada Allah swt atas rezeki yang diberikan berupa hasil laut.

Sekda Kota Langsa Syahrul Thaeb dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada panitia atas sukses terlaksananya Kenduri Laot. Menurutnya, Kenduri Laot adalah sebuah tradisi atau budaya masyarakat Aceh yang harus dilestarikan.

“Selain Kenduri Laot, masih ada lagi tradisi lain seperti Kenduri Blang, Kenduri Juroeng (lorong), Kenduri Tuha Pade, Peudaeng Rumoh yang semua itu sudah mulai pudar, sehingga perlu adanya pengenalan kembali kepada generasi penerus kedepannya,” kata Syahrul Taheb.

Syahrul mengakui, bahwa masyarakat khususnya nelayan Desa Simpang Lhee masih mempertahankan tradisi orang-orang terdahulu.

“Mereka (orang-orang terdahulu -red) ingat bahwasanya laut sebagai lahan rezeki, maka dari itu wajib di jaga, jangan sampai tercemar sehingga spesies hewan dan biota-biota laut akan dapat berkembang biak dengan baik, alhasil tangkapan nelayan pun akan bisa meningkat,” urainya.

Lebih lanjut Syahrul menerangkan, bahwa saat ini laut sudah tercemar dengan berbagai sampah yang menurut perkiraan peneliti Zona R Universitas Georgia, ada sebanyak 150 ton sampah yang diantaranya sampah plastik sudah mengendap di dalam dasar laut. Diperkirakan pada tahun 2050 angka itu akan meningkat menjadi 750 ribu ton.

“Ini merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup nelayan kita, jika hal itu tidak segera kita atasi,” tandasnya.

Sementara itu di tempat yang sama kepala Desa Simpang Lhee, mengucapkan terima kasih kepada Sekda Kota Langsa serta undangan lainnya yang telah bersedia mengorbankan waktu menghadiri acara Kenduri Laot yang dilaksanakan masyarakat nelayan Desa Simpang Lhee.

“Kegiatan ini tentu banyak kekurangan baik itu dalam jamuan atau pun hal-hal lainya sehingga oleh karena itu saya sebagai Pimpinan Gampong (desa -red) mewakili masyarakat nelayan memohon maaf atas segala kekurangan, dengan harapan Kenduri Laot ini akan mendapat berkah dari Allah swt,” tutup Geuchik Ismail.

Hadir pada acara tersebut, Sekda Kota Langsa Syahrul Thaib, Camat Langsa Barat Ridwanullah, Babinkantibmas Polsek Langsa Barat, Babinsa dari Koramil Langsa Barat, Anggota Basarnas, para mahasiswa peserta kegiatan Pelatihan SDM Wisata Gampong dari Universitas Negeri Samudra Langs dan Universitas IAIN Cot Kala Kota Langsa, Petugas KPH III, Danpos Kamla Kuala Langsa, Satgas Pengawasan Mangrove Kota Langsa, Kepala Desa Tuha Peut beserta Perangkat Desa dan masyarakat sekitar.

Penulis: Iqbal

Editor: MAS