IBC, PALU – Dua pelaku pencuri dan penadah alat pendeteksi gempa milik Badan Meteorologi, Kinematika dan Geofisika (BMKG) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Polres Sigi.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dari Bambang Haryono ke Polres Sigi yang teregister dengan nomor laporan polisi LP/223/VII/2019/SPKT–III/Sulteng/ResSigi, perihal dugaan tindak pidana pencurian alat BMKG yang hilang pada Kamis (18/7/2019).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Indonesia Berita pada Senin (29/7/2019), Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri mengungkapkan, pihaknya melalui satuan reskrim berhasil mengungkap kasus sindikat alat pendeteksi gempa milik BMKG Kota Palu yang terjadi di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada Juni 2019 lalu.

“Dari Hasil Penyelidikan terungkap tersangka pencurian, dan pada Selasa (23/7/2019) tim Tekab Polres Sigi berhasil menangkap tersangka pencurian, yakni APS alias ACS berstatus pelajar. Dari hasil interogasi terhadap tersangka diperoleh nama tersangka lain yang ikut serta melakukan pencurian bersama, yaitu S dan A yang masih dalam DPO,” ungkapnya.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri didampingi Kasat Reskrim saat menunjukkan barang bukti hasil curian. Senin (29/7/2019). Foto: Humas Polda Sulteng

Ditambahkan Wawan, berdasarkan hasil pengembangan diperoleh nama pembeli alat BMKG tersebut yakni SF Alias OP dan saat ini telah di proses oleh pihak sat Reskrim Polres Sigi. Dalam operasi tersebut tim Tekab Polres Sigi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sensor broadband warna hijau silver. tiga buah baterai warna abu–abu. satu buah solar panel, dan satu unit solar regulator warna Silver.

“Modus tersangka melakukan pencurian adalah untuk mendapatkan uang. Kemudian hasil penjualannya digunakan untuk jajan, bermain kewarnet dan bersenang-senang. Sedangkan penada dengan motif untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk bersenang–senang,” katanya.

Pelaku pencurian dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke – 4e dan 5e KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Dan Untuk Pelaku Penadahan dijerat dengan Pasal 480 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 Tahun penjara.

Sementara itu Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah AKBP Didik Supranoto saat dihubungi terpisah mengatakan, bahwa dengan terungkapnya kasus pencurian dan penadahan alat deteksi gempa, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Tengah untuk tidak mengambil barang yang merupakan alat deteksi gempa yang dipasang oleh BMKG dimanapun ditempatkan.

“Alat ini sangat membantu kerja BMKG Palu untuk mengetahui kekuatan gempa sehingga dapat menentukan atau memberikan informasi secara luas kepada masyarakat. Demikian juga alat-alat deteksi tsunami agar sama-sama kita jaga. Siapapun pelakunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Didik.

Editor: MAS