IBC, TOLITOLI – Warga Desa Laulalang yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Desa Laulalang Bersatu melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Kabupaten Tolitoli dan Kantor Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rabu (31/7/2019) kemarin.

Aksi yang mereka lakukan terkait adanya pembangunan proyek air bersih tahun 2018 yang bersumber dari dana APBD dengan total anggaran 1,6 milyar rupiah,di Desa Laulalang Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Propinsi Sulawesi Tengah

“Dengan melihat besarnya dana tersebut, jika dibandingkan dengan kualitas dan volume pekerjaan sepertinya tidak sesuai, di mana proyek air bersih tersebut sampai saat ini belum dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat Desa Laulalang. Dugaan kami bahwa pelaksanaan proyek air bersih tersebut terdapat penyimpangan dan penyalahgunaan jabatan yang mengakibatkan negara rugi. Oleh karena itu kami memohon kepada Kejaksaan Negeri Tolitoli untuk segera memeriksa kontraktor, dinas pekerjaan umum bidang pengairan, pemerintahan Desa Laulalang (kepala desa – red).” kata Asran Kamran kordinator aksi dalam tuntutan aksinya, Rabu (31/7/2019)

Sementara itu Hendri Lamo, perwakilan dari LSM mengatakan bahwa ada dugaan yang tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, sehingga air yang tadinya di harapkan mengalir secara terus menerus di nikmati sepenuhnya oleh warga, tidak bsa di nikmati.

“Sekarang warga melakukan penelusuran mulai dari hulu sampai kehilir proses pekerjaan proyek ini, ternyata banyak temuan yang di dapatkan di lapangan. Ini yang menjadi dasar, kemudian Masyarakat bertanya apa yang di lakukan dinas terkait  sebagai leading sektor yang bertanggung jawab terhadap proses pengawasan pekerjaan proyek yang di laksanakan oleh kontrakator asal Kota palu itu.”jelas hendri Lamo dalam orasinya di depan Kantor Kejari Tolitoli.

Hendri Lamo perwakilan LSM di Tolitoli saat berorasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rabu (31/7/2019) kemarin. Foto : Alam/Indonesia Berita

Terhadap dinas terkait, Hendri Lamo menilai bahwa pengawasan terhadap pekerjaan air bersih di desa laulalang tidak di lakukan secara ketat oleh dinas terkait.

“Dinas terkait tidak melakukan pengawasan pekerjaan secara ketat, dinas  terkait tidak melakukan pengawasan secara menyeluruh, dinas terkait tidak tegas dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan proyek ini.  Sehingga perusahaan mengerjakan proyek tersebut secara asal asalan, pihak perusahaan mengerjakan proyek tersebut  tidak sesuai spesifikasi yang menyebabkan terdampak pada masyarakat Laulalang. Masyarakat yang tadinya sangat berharap akan kebutuhan mereka terjawab, lewat proyek tersebut, tidak bisa di nikmati lagi sudah beberapa tahun” tegasnya.

Di kantor Kejaksaan Negeri Tolitoli, perwakilan dari warga Desa Laulalang, sebanyak 5 orang yang  didampingi oleh dua LSM, yang diterima oleh Kepala seksi Intel Kejari Tolitoli Hazairin dan Kepala Cabang Kejari (Kacabjari) Tolitoli Utara Joni Saputra di ruang Kasi Intel Kejari Tolitoli.

Kepala seksi intel Kejaksaan Negeri Tolitoli Hazairin menjelaskan bahwa apa yang diadukan warga Desa Laulalang Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli ini diterima dan akan ditampung dan ditindak lanjuti, pihaknya berkoordinasi dengan Kepala kejaksaan negeri tolitoli.

“Apa yang diadukan warga ini, kami tampung hal ini akan kami koordinasikan dengan Pak kajari.” ujar Hazairin.

Sementara itu pihak kontraktor sebagai pelaksana kegiatan belum dapat di konfirmasi soal tersebut.

Editor : MAS