IBC, MANADO – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi Kota Manado sebagai lokasi yang bisa mengakomodir aksi pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record (GWR). Tepatnya di Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (3/8/2019) kemarin.

Kapolri menerangkan, untuk menampung kurang lebih 3100 penyelam dalam upaya pemecahan rekor, butuh tempat yang datar, visibilitas air yang jernih dan bisa terlihat oleh kamera video. Selain itu, lokasi juga harus dengan fasilitas seperti hotel dan tentunya transportasi. Tempat yang tepat akhirnya kata Kapolri, ditemukan di Pantai Manado.

Hal itu didapat setelah Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) yang juga istrinya, Ibu Tri Tito Karnavian berkeliling Indonesia. “Memang banyak tempat bagus yang indah seperti Labuan Bajo kemudian Maratua, Raja Ampat, di Bali juga ada. Cuma ada problem masing-masing,” jelas Kapolri di pinggir Pantai Manado usai ikut pemecahan rekor dunia selam.

Sepeti di Labuan Bajo ujarnya, laut di sana memang indah, namun fasilitas hotel yang harus menampung ribuan peserta dan wisatawan kurang. Sedangkan di Bali yang transportasi dan akomodasinya cukup, namun visibilitas air tidak sejernih yang ada di Manado. Tempat yang landai dan datar di tepi kota pun tidak ditemukan di Pulau Dewata itu.

“Sehingga di daerah Sumatera juga tidak ada, yang ada baru di Manado,” tegas Kapolri.

Selain memenuhi semua unsur untuk digelarnya event dunia ini, Pemerintah Kota Manado hingga Provinsi Sumut pun sangat mendukung acara bergengsi ini.

Sejatinya Pemerintah Pusat sendiri telah menetapkan empat destinasi wisata baru selain Bali. Yakni, Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, dan Manado.

“Mudah-mudahan Manado betul jadi destinasi wisata dunia. Semoga bisa memberikan pendapatan untuk Provinsi juga Kota. Khususnya baagi Sulawsi Utara, Manado tentunya dan Indonesia,” tutur Kapolri.

Diketahui, hari ini ada dua aksi pemecahan rekor dunia. Diantaranya penyelaman massal terbanyak (Most People Scuba Diving) dan pembentangan bendera terbesar di bawah air (Largest Unfurled Flag Underwater).

Penulis : Kang Iqbal

Editor : MAS