IBC, PANDEGLANG – Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu.

“Pemerintah ingin memastikan warga terdampak gempa tertangani dengan baik dan mereka mendapatkan bantuan setelah bencana gempa bumi,” kata Mensos saat meninjau rumah warga di Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu, (3/8/2019).

Mensos menenui Marsani dan istrinya Salinah di depan rumah mereka yang roboh. Dihadapan Mensos, keduanya bercerita saat mengalami gempa bumi, Jumat malam. “Saya sedang bermain dengan cucu Fahri (10 bulan) lalu berlari ke luar rumah. Baru beberapa saat di teras, atap rumah mulai berjatuhan dan tembok roboh,” terang Salinah.

Marsani dan Salinah berhasil menyelamatkan diri bersama cucu dan anak bungsu mereka Mulyawati. Kini Marsani mengungsi ke rumah anak sulungnya yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya. “Alhamdulillah terima kasih atas bantuan dan perhatian Pak Menteri,” tutur pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini seraya menjabat tangan Mensos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyampaikan bahwa rumah yang rusak akan mendapat Bantuan Bangunan Rumah (BBR) dari Kementerian Sosial. Bantuan ini berupa uang yang akan disalurkan secara non tunai melalui perbankan dan digunakan untuk membeli bahan bangunan rumah.

“Warga yang rumahnya rusak akan didata oleh Pemkab Pandeglang untuk mengetahui tingkat kerusakannya. Selanjutnya diajukan ke Kemensos untuk diverifikasi dan validasi sebelum bantuan ditransfer ke rekenin penerima,” terang Mensos kepada para wartawan.

Lanjut Mensos, juga akan memberikan santunan ahli waris bagi korban bencana gempa bumi Banten yang meninggal dunia. Data sementara terdapat 3 orang korban meninggal karena kelelahan saat proses evakuasi ke titik aman dan serangan jantung. Besarnya santunan untuk setiap korban meninggal adalah Rp 15 juta diserahkan kepada ahli waris.

Dalam kunjungan ini Mensos juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemkab Pandeglang yang diterima oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita sebesar Rp 240 juta. Bantuan ini untuk korban bencana gempa bumi Banten, yang terdiri dari 500 Tenda Gulung, 500 lembar selimut, 800 makanan siap saji, 300 paket lauk pauk, 20 boks Perlengkapan Keluarga, 20 ribu bungkus mie instan.

Sementara itu Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, “Kementerian Sosial sangat cepat dan tanggap dalam perlindungan korban bencana gempa bumi yang dialami sebagian warga Pandeglang. Demikian halnya saat tsunami Selat Sunda Desember 2018 lalu. Sinergi yang baik ini sangat penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak bencana,” tuturnya.

Sebelumnya, merespon cepat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang kemudian dimutakhirkan berkekuatan magnitudo 6,9, Kemensos menggerakkan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan personel Tagana untuk mengevakuasi warga dari wilayah pesisir pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Editor : MJ