IBC, MERANTI – Dalam upaya mengantisipasi LGBT dan penyakit masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Meranti gelar Operasi Cipta Kondisi di beberapa tempat yang berpotensi rawan kejahatan sosial.

Dipimpin langsung oleh Plt. Kasatpol PP Hery Saputra, tim yang terlibat operasi dibagi menjadi 3 Kelompok dengan masing-masing beranggotakan 11 petugas Satpol PP, yang mana tim 1 dan 3 melakukan operasi di tempat hiburan malam, Hotel dan Cafe.

Kegiatan ini dilakukan atas dasar menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya aktifitas oleh oknum masyarakat yang mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan potensi kerawanan sosial.

“Ya tadi malam kita melakukan operasi cipta kondisi di seputaran Kota Selatpanjang, operasi ini untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait aktfitas oknum masyarakat yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan sosial hingga meresahkan,” jelas Hery Saputra kepada wartawan, Minggu (4/8/2019).

Turut mendampingi Kasatpol PP dalam operasi tersebut Sekretaris Umayah Yatim, Kabid Perda Piskot Ginting, Kabid Ops. Wira Gusfian, Kasi Pembinaan Masyarakat Masdiana, Kasi Trantibum Idra Husma, Kasi Perda Erfauzy, Kasi Intelgen Andi Irawan, serta Banpol dan ASN lainnya.

Dijelaskan Hery, kegiatan ini sesuai dengan tugas dan fungsi Satpol PP yang tertuang dalam Peraturan Bupati tentang Cipta Kondisi yang nyaman dan kondusif di tengah masyarakat.

Diakui Hery lagi, dalam operasi yang berlangsung selama 3 jam, ditemukan segerombolan Komunitas Anak Motor yang diduga akan melakukan balap liar. Menyikapi hal itu pihaknya mencoba melakukan tindakan persuasif pembinaan untuk memberikan pengertian kepada para anak motor untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menganggu kenyamanan masyarakat seperti kebut-kebutan, minum Miras apalagi sampai tawuran. Setelah mendapat pengarahan, Kelompok Anak Motor terlihat bisa menerima arahan dan segera membubarkan diri.

“Pada dasarnya kita hanya memberikan pengertian kepada Anak Motor agar jangan melakukan tindakan yang melanggar ketertiban umum seperti kebut-kebutan, minum Miras yang pada akhirnya bukan saja merugikan orang lain tapi juga diri sendiri,” papar Hery.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Perda Satpol PP Meranti Piskot Ginting menjelaskan, saat operasi dilakukan oleh Satpol PP di lapangan Timnya sempat melihat pasangan muda-mudi yang asik berduaan di tempat gelap, namun melihat kedatangan petugas mereka langsung membubarkan diri tanpa sempat dimintai keterangan.

“Kita akan terus pantau dan menertibkan aktifitas LGBT ini karena kita tidak ingin Meranti menjadi lokasi LGBT,” tegas Piskot Ginting.

Selama operasi berlangsung petugas Satpol PP belum menemukan aktifitas LGBT di lokasi Pasar Sandang Pangan seperti informasi yang diterima, meski begitu diakui Piskot Ginting, Satpol PP akan terus memantaunya dan akan menindak tegas bila menemukan pelaku LGBT.

“Saat ini kita belum menemukan aktifitas LGBT yang cukup meresahkan namun sesuai intruksi pimpinan kita akan terus melakukan pemantauan dan penertiban,” ujar Kabid Perda Piskot Ginting.

Ke depan Satpol PP bersama Tim Yustisi juga akan melakukan razia di kos-kosan dan penginapan yang tidak memilik izin, sekaligus mendata identitas tamu dan penghuninya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya pendatang ilegal yang mungkin saja melakukan aktifitas yang dapat meganggu kondusifitas di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Sebelum terkena razia kami berharap kepada pengelola penginapan segera mengurus izin operasi, selain itu jangan menerima tamu sembarangan apalagi tanpa mengantongi KTP dan identitas jelas,” ujar Hery mengakhiri.

Operasi Cita Kondisi berakhir pada Pukul 01.00 WIB dini hari, dengan memastikan pengamanan diseputaran Rumah Dinas Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Meranti berlangsung dengan baik.

Penulis: Noeradi

Editor: MAS