IBC, PELALAWAN – Intalasi Pengolahan Air Limbah atau biasa disebut IPAL merupakan sesuatu yang sangat penting untuk keberlangsungan lingkungan yang sehat.

RSUD Selasih yang memiliki luas sekitar 6 Ha dengan memiliki hampir seluruh bagian terisi oleh bangunan medik, secara ketentuan perundang-undangan wajib memiliki IPAL guna mengolah limbah medis sebelum dibuang.

Namun sayang hingga saat ini pengadaan IPAL belum bisa terealisasi setelah awal tahun 2019 sebelumnya sudah diadakan pelelangan melalui LPSE kabupaten Pelalawan.

Informan diinternal rumah sakit mengatakan kepada Indonesia berita, bahwa pengadaan IPAL RSUD Selasih gagal diduga adanya sarat kepentingan pejabat tinggi.

“Ada jagoan masing-masing disini bang,gitulah kira-kira.” aku seorang pegawai RSUD Selasih.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu perusahaan yang ikut dalam pelelangan pengadaan IPAL. Pihak perusahaan tersebut melalui sambungan telepon pada Kamis (1/8/2019) lalu mengatakan proyek tersebut mendadak hilang dari halaman LPSE kabupaten Pelalawan.

“Proyek tersebut mendadak hilang dari LPSE, kita gakda diberi tahu sama sekali batalnya projek tersebut. Harusnya masih ada tiga tahap lagi yang mesti kita ikuti bang.” jelas salah seorang kontraktor dalam teleponnya.

Dari penelusuran dilapangan diduga ada upaya intervensi dari oknum rumah sakit disebabkan jagoanya kalah.

Ada 6 perusahaan yang terlibat dalam proses tender tersebut yang akhirnya hanya Tiga perusahaan yang mengajukan penawaran, dan diduga jagoan oknum rumah sakit tersebut berada diposisi bawah,sehingga diduga secara sepihak tanpa prosedur proses pelelangan dihentikan secara siluman.

Menurut pengakuan salah satu kontraktor, mulanya spek di kunci oleh perusahan inisial IP sesuai dengan barang spek yang ditawarkannya. Saat Aanwidzing (penjelasan) pekerjaan, peserta lelang protes karena penguncian ini membuat semua peserta lelang tidak bisa ikut melakukan penawaran.

“Pokja minta Pihak RS atau PPK meneken pernyataan Kalau tidam mau merubah Spek nya. Akhirnya Spek nya dirubah Oleh PPK menjadi Spek yang Sekarang ini.” ungkap seorang kontraktor melalui pesan elektronik pada Senin (5/8/2019).

Direktur rumah sakit, Zul Anwar mengatakan untuk pembatalan lelang IPAL dikarenakan banyak kesalahan. Namun belum secara pasti maksud dari komentarnya tersebut berkaitan dengan apa.

“Banyak salah lelangnya.” komentar Zul Anwar ketika dimintai tanggapan rilis yang dikirimkan kepadanya pada Senin siang (5/8/2019).

Editor : MAS