IBC, JAKARTA – Sekian lama padamnya listrik di Jabodetabek bahkan Jawa Tengah, sejak pukul 12.00 sampai dengan 22.05 Wib membuat masyarakat rugi dan panik, bahkan warung-warung kecil ikut merugi.

Berdasarkan Pasal 29 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan (UU 30/2009) mengatur salah satu hak konsumen tenaga listrik, yaitu mendapatkan tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Adapun hak konsumen tenaga listrik keseluruhan adalah:

Huruf a. Mendapat pelayanan yang baik;

Huruf b. Mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik;

Hurud c. Memperoleh tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar;

Huruf d. Mendapat pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik; dan

Huruf e. Mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.

Baca Juga : Konsumen Tuntut Ganti Rugi PLN

Seperti dilansir hukumonline.com bahwa untuk menentukan apakah pemadaman bergilir atau mati lampu mendadak dan beberapa jam baru menyala lagi termasuk kategori dalam Pasal 29 ayat (1) huruf b UU 30/2009 atau tidak, hal ini bergantung pada tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan.

Apabila besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% (sepuluh persen), maka PT PLN (Persero) wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada Konsumen.

Editor : MJ