IBC, JAKARTA – Peristiwa mati listrik massal yang terjadi di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten pada Minggu (04/08/2019) lalu menambah rekam jejak buruk bagi PT PLN pasca kejadia serupa pada tahun 2002 dan 2005.

Berdasarkan pemaparan Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka dilansir dari kumparan.com, pihaknya menyimpulkan kejadian mati listrik di separuh Pulau Jawa disebabkan oleh Pohon Sengon.

“Faktanya terjadi di Ungaran (Jawa Tengah), itu SUTET 500 kilovolt (KV) itu ada berdekatan dengan pohon. Nah pohon ini mencapai ketinggian 9 meter. Nah, ini menyebabkan adanya hubungan singkat itu ada kebakaran di sana namun tidak besar, kecil namun membuat jaringan rusak fatal,” katanya, Senin (5/8).

Made menepis informasi yang beredar terkait adanya sabotase. Ia menekankan, bahwa dibalik kejadian tersebut tidak ada penyebab lain seperti hacker dan sebagainya.

“Jadi ini mohon dipahami secara teknis sudah punya SOP (Standar Operasional Prosedur). Jadi mohon maaf kalau ini harus saya sampaikan supaya tidak ada pertanyaan-pertanyaan lagi simpang siur sehingga terjadi hoaks kemana-mana,” tekannya.

Sebelumnya, beredar foto dan informasi di media sosial bahwa penyebab gangguan transmisi 500 kV Ungaran-Pemalang adalah sebuah pohon sengon. Diduga dahan-dahan pohon yang tidak diperbolehkan untuk ditebang oleh pemiliknya ini, menyenggol konduktor hingga menyebabkan ledakan.

Terkait hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalaui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menyampaikan, bahwa pihaknya telah menurunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk mengecek Pohon Sengon tersebut. Namun dia tidak mendeteailkan jumlah personel yang turun.

“Saya kirim inspektur ketenagalistrikan ke Ungaran (Jawa Tengah) itu hari ini. Masa sih persoalan tidak bisa menebang pohon aja sampai se-DKI Jakarta mati (listrik)? Kesulitannya seperti apa,” ucapnya, Senin (5/8).

Rida melanjutkan, langkah yang ditempuh Kementerian ESDM ini bukan berarti tidak percaya dengan PLN, melainkan upaya untuk memastikan langsung. Tujuannya adalah jika dibutuhkan bantuan, maka pihaknya dapat membantu.

“Kami ini kan Binwas, ini bukan kami tidak percaya. Kami semalam juga mengirim inspektur ketenagalistrikan ke Gandul (Depok) untuk melihat,” pungkasnya.

Editor: MAS