IBC, TOLITOLI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli bersama Stakeholder pemilu, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka koordinasi evaluasi fasilitasi kampanye pemilihan umum tahun 2019, bertempat di Aula Hotel Mitra utama Kabupaten Tolitoli, Selasa (6/8/2019).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua KPU Kabupaten Tolitoli Suleman Padjalani, yang dihadiri oleh Komisioner KPU Propinsi Sulawesi Tengah Naharuddin, Wakil Bupati Tolitoli, H.Abdul Rahman H Budding, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Bidang Pemerintahan, Anhar Dg Mallawa, Komandan Kodim 1305/Buol Tolitoli Letkol Infanteri Gunnarto, KabagOps Polres Tolitoli Kompol Nurhadi, perwakilan partai politik serta awak media cetak dan online.

Ketua KPU Kabupaten Tolitoli, Suleman Padjalani mengatakan pihaknya selaku komisioner KPU mengucapkan terimah kasih atas kehadiran dari unsur Forkopimda Tolitoli, serta para peserta FGD hari ini.

“Terimah kasih atas kehadiran forkopimda perwakilan partai politik, LSM, pemerhati pemilu, para awak media, yang sudah memberikan saran, masukan dan kritikan yang sifatnya perbaikan dan evaluasi pemilu 2019 dan kesiapan KPU menuju pilkada serentak Kabupaten Tolitoli tahun 2020,” kata Suleman Padjalani.

Suleman menyatakan dengan kegiatan evaluasi ini diharapkan menjadi koreksi dan perbaikan guna penyelenggaraan dan pelaksanaan pemilu yang lebih baik lagi kedepannya.

“Evaluasi dan masukan oleh peserta, nantinnya menjadi bahan masukan oleh KPU Kabupaten Tolitoli,” ujarnya.

Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Tengah Naharuddin dalam kesempatan yang sama mengatakan, forum tersebut harus bisa dimanfaatkan untuk memikirkan bagaimana perbaikan pemilu ke depan terutama dalam konteks pelaksanaan kampanye.

“Semoga pelaksanaan FGD ini mengeluarkan sejumlah pemikiran penting, sejumlah rekomendasi dalam rangka perbaikan dan pelaksanaan kampanye kita kedepan,” harap Naharuddin.

Sementara itu Wakil Bupati Tolitoli H.Abdul Rahman H Budding, berterimakasih atas terlaksananya forum tersebut guna mencari solusi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu.

Dikatakannya, pemilihan umum merupakan instrumen demokrasi yang amat penting dan strategis bagi suatu bangsa. Pemilu bukan saja menunjukkan sejauh mana pemilih memiliki kedaulatan dalam menentukan wakil-wakilnya yang akan duduk di parlemen, tetapi juga dapat menentukan masa depan politik selama lima tahun. Arti penting Pemilu sebagai salah satu instrumen bagi pemilih tersebut ditentukan sejauh mana penyelenggaraannya mengikuti prinsip-prinsip pemilu yang demokratis dan berkualitas.

“Oleh karena itu, kualitas Pemilu salah satunya dipengaruhi oleh sejauhmana para penyelenggara pemilu dapat memberikan jaminan bahwa Pemilu berlangsung secara aman, damai, jujur adil, bebas rahasia, dan demokratis,” jelas Rahman.

Editor: MAS