IBC, TOLITOLI – Tim opsnal Sat Resnarkoba Polres Tolitoli berhasil meringkus pengedar sabu di wilayah Kecamatan Galang dan Kecamatan Dakopemen Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah, pada Senin (12/8/2019).

Dari identitas tersangka diketahui  Ansar Alias Anca ( 24) dan Ardiansyah alias Dedy (26), keduanya warga Jalan Ahmad Yani Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, diketahui kedua tersangka merupakan saudara (Ipar).

“Kedua tersangka ini diketahui bersaudara (Ipar) yang tinggal di Jalan Ahmad Yani (Kampung kuda)” kata Wakapolres Tolitoli Kompol M.Nur Asjik pada sejumlah wartawan, Rabu (14/8/2019)

Wakapolres Tolitoli Kompol M.Nur Asjik menjelaskan  pengungkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa  tersangka Ansar dan Ardiansyah sering mengedarkan sabu baik di Kompleks Jalan Ahmad yani (Kampung kuda) hingga keluar ke wilayah Kecamatan Galang dan Kecamatan Dakopemean, kedua tersangka sudah beberapa kali di lakukan penggrebekan oleh anggota satresnarkoba namun belum berhasil menemukan barang bukti sabu. Tim opsnal satres narkoba polres tolitoli terus melakukan penyelidikan dengan mengawasi gerak gerik kedua tersangka.alhasil di ketahui keduanya sering melakukan transaksi barang haram tersebut di wilayah galang dengan cara sabu di antarkan langsung kepada calon pembeli

“Sekira pukul 19.30 Wita Selasa (12/8/2019) tersangka Ansar sudah di awasi anggota Opsnal Satnarkoba, saat tersangka keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor,  pada saat itu tersangka Ansar Mampir di sebuah kios. Maka saat itu pula langsung di lakukan penangkapan dan penggeledahan badan.di temukan 1 paket sabu. Saat di geledah tersangka Ansar sempat membuang namun di lihat oleh petugas. Dan di akui tersangka bahwa 1 paket tersebut adalah miliknya yang di dapat dari tersangka Ardiansyah” ungkap Nur asjik

Dikatakan Nur Asjik berdasarkan pengakuan Tersangka Ansar itu, kemudian Tim opsnal satnarkoba langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka Ardiansyah. dari penggeledehan di rumahnya di Jalan Ahmad Yani (Kampung Kuda) berhasil ditemukan barang bukti berupa 11 paket sabu ukuran sedang yang siap edar, satu buah alat Hisap sabu (Bong), 3 buah korek api gas, 1 pak plastik obat kosong klip merah ukuran sedang, 2 lembar saschet kosong paket ukuran 1 ball (50 gram) dan 1 Buah Timbangan Digital.
Atas perbuatannya  kedua Tersangka diamankan di Mapolres Tolitoli. Keduanya menjalani Tes Urine di Rumah Sakit Umun Mokopido Tolitoli, Hasilnya kedua Tersangka positif.untuk tersangka Ansar dikenakan pasal 112 ayat (1) UU R.I. Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 Tahun  dan denda paling sedikit 800 juta rupiah dan paling banyak 8 Milyar Rupiah. Sedangkan untuk Tersangka Ardiansyah alias dedi kenakan pasal 112 ayat(2) UU R.I. nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika di pidana dengan pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 800 juta rupiah, dan paling banyak 800 milyar di tambah 1/3.” tegas Nur asjik.

Diketahui sebelumnya, Tim opsnal Satresnarkoba Polres Tolitoli juga Menangkap pengedar sabu yang beralamat di Jalan Siswoyo (Lorong Salame) Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.

“Iya sebelumnya 1 tersangka  ditangkap pada hari sabtu (3/8/2019) sekira jam 02.30.wita, Muksin (32) di tangkap di rumahnya.saat di geledah di temukan 5 paket sabu yang diisi dalam tempat bedak dan di letakkan di lantai rumah. Menurut pengakuan tersangka 5 paket sabu seberat 1.04 gram tersebut di perolehnya dari palu” ujar Wakapolres Tolitoli

Menurut Wakapolres, tersangka Muksin merupakan residivis atas kasus narkoba dan menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa tersangka masih sering mengedarkan sabu di kompleks lorong salamae.saat ini tersangka Muksin dan barang bukti 5 paket narkotika jenis sabu, 1 buah alat hisap Sabu (Bong), 1 buah tempat bedak, dan satu buah korek api gas di amankan di polres Tolitoli.

“Tersangka Muksin di jerat dengan pasal 112 ayat (1) UU R.I. no.35 Tahun 2009 dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun. Dan denda paling sedikit 800 juta rupiah, dan paling banyak 800 milyar Rupiah” tegasnya.

Editor: MAS