IBC, TOLITOLI – Polisi berhasil membekuk tiga orang warga Kabupaten Tolitoli atas kasus penyalah gunaan narkotika jenis sabu,

Diketahui dua tersangka yang diamankan ternyata residivis kasus yang sama.dari identitas tersangka masing masing Riky Ferdianto (24), warga desa Oyom, Ferdi (24), warga desa Tinabogan, dan Buhari (31) Warga desa Salumpaga.

“Ketiganya ditangkap pada hari Selasa (13/8/2019) sekira jam 01.30.Wita oleh Personil Polsek Tolitoli Utara yang sedang melaksanakan Kegiatan kepolisian yang di tingkatkan (K2YD)” kata Wakapolres Tolitoli, Kompol M.NurAsjik kepada Wartawan, Rabu (14/8/2019)

Dijelaskannya, saat Anggota Polsek Tolitoli Utara melaksanakan kegiatan K2YD di Jalan Trans Sulawesi Desa Salumpaga Kecamatan Tolitoli Utara, saat itu polisi menghentikan mobil Avansa Berwarnah silver DN.1585.DE yang dikemudikan oleh Tersangka Buhari yang diketahui baru beberapa bulan bebas dari Lapas Tolitoli dengan Kasus Narkotika.Dalam mobil terdapat juga dua orang yakni Riky Ferdianto dan Ferdi.

“Saat digeledah di dalam Mobil  ditemukan 5 paket kecil sabu seberat 0.58 Gram yang di simpan di bawah kursi depan sebelah kiri mobil” ungkap Nur Asjik

Menurut Nur Asjik saat itu anggota Polsek Tolitoli Utara berkoordinasi dengan Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Tolitoli. Kemudian ketiga tersangka bersama barang bukti  5 paket sabu sabu seberat 0.58 gram, 1 potongan kertas warnah putih, 1 unit mobil Avansa warnah Silver DN.1585 DE  1 buah kaca Pireks, dibawa ke Mapolres Tolitoli untuk dilakukan pengembangan.

Selanjutnya tim opsnal Satres narkoba polres Tolitoli melanjutkan penggeldehan di tempat kos para tersangka yang ada di kelurahan baru kecamatan Baolan  namun tidak di temukan barang bukti. Ketiga tersangka selanjutnya langsung di bawa ke Rumah sakit umum MokopidoTolitoli untuk di lakukan Tes Urine hasilnya Positif.

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU R.I. Nomor 35Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun penjara, dan denda paling sedikit 800 juta rupiah dan paling banyak 8 Milyar Rupiah” tegas Nur Asjik.

Editor: MAS