IBC, MEDAN – Pembatalan rencana pembangunan jalan Tol dan Jembatan Layang Medan-Brastagi oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan berbagai macam alasan membuat banyak pihak kecewa.

Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Karo (BPK) Jesayas Tarigan meminta Presiden RI Joko Widodo agar meninjau kembali keputusan pembatalan pembangunan jalan Tol layang Medan-Berastagi.

Pembatalan tersebut sangat disayangkan mengingat kebutuhan jalan layang yang mendesak guna kelancaran perekonomian mengangkut hasil pertanian dari Berastagi.

“Kita sangat menyayangkan pembatalan itu, Kami tetap berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat merealisasikan pembangunan kembali,” terang Jesayas kepada Indonesia Berita melalui WhatsApp pribadi, Jum’at (16/8/2019).

Menurut Jesayas, pembangunan Jalan layang Medan-Berastagi murni untuk kepentingan umum. Dimana akses jalan Medan-Berastagi dan sebaliknya menjadi lancar. Apalagi, untuk mengangkut hasil pertanian dari Berastagi serta peningkatan tujuan wisata.

“Sebagaimana diketahui, kondisi jalan sekarang sangat tidak memungkinkan karena sempit. Sehingga tidak dapat menampung volume kendaraan yang cukup padat. Tak heran, setiap akhir pekan, kawasan tersebut langganan macet,” katanya.

Ia menambahkan, sepanjang jalan mulai dari Sembahe hingga Berastagi kerap terjadi longsor dan pohon tumbang.

“Kondisi demikian mengakibatkan macet berkepanjangan. Akibatnya hasil panen buah dan sayur dari Berastagi menuju beberapa kota lainnya tertahan dan menjadi busuk. Hal demikian dikeluhkan para petani yang berdampak kerugian besar karena buah dan sayur busuk terlambat sampai ke tujuan.” tambah Yesayas.

Selanjutnya Jesayas mengungkapkan atas dasar itu masyarakat lintas Karo akan tetap menyampaikan usulan pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi. Harapannya, Presiden dan pemangku jabatan di negeri ini berkenen memprioritaskan pembangunan jalan layang tersebut.

“Seiring dengan itu, masyarakat Karo siap memberikan kajian dan proposal analisa perhitungan anggaran. Warga sangat berharap diperkenankan bertemu dengan Presiden untuk memaparkan hal tersebut demi kemajuan Kabupaten Tanah Karo.” harap Yesayas.

Tokoh pemuda Karo ini pun sangat berkeyakinan, Presiden akan membuka hati dan mengharap sentuhan tangan memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di Tanah Karo. Harapan itu sangat mendasar mengingat pada Pilpres April lalu, sekitar 275 ribu jumlah penduduk masyarakat Karo, terbukti 93 persen memilih Joko Widodo – H Ma’ruf Amin.

“Kiranya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur H. Musa Rajeksayah, anggota DPRD Sumut, Bupati Tanah Karo, anggota DPRD Tanah Karo tetap berupaya untuk mewujudkan pembangunan tersebut. Begitu juga bantuan dan dukungan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Yasona Lauli (Menteri Menkumham), DPR RI, Serta kami juga sangat mengharapkan dukugan dari tokoh tokoh Karo di manapun berada baik dari lintas partai politik dan lintas profesi untuk bersama-sama ikut menggolkan usulan jalan layang Medan-Berastagi,” pungkas Jesayas penuh harap.

Penulis : Tison Sembiring

Editor: MAS