IBC, JAKARTA – Akibat salah ketik dalam struk bukti pembayaran, oknum kasir Rumah Makan Ponyo Malabar di non aktifkan. Pasalnya oknum kasir tersebut menulis di bukti pembayaran yang bernada kurang enak dibaca, ‘Customer Cina’.

Hal tersebut diaminkan oleh Pimpinan Rumah Makan Ponyo Malabar, Dadang Supriatna, ia membenarkan keaslian struk/bukti pembayaran itu. “Saya sebagai pimpinan rumah makan Ponyo Malabar ingin klarifikasi dengan rasa rendahan hati kami, kami membenarkan keaslian struk tersebut, dan merupakan kesalahan besar kami kepada pelanggan,” ujarnya saat dimintai konfirmasinya melalui pesan Whatsapp oleh redaksi, di Bandung, Minggu (18/8/2019).

Bukti Pembayaran Rumah Makan Ponyo Malabar, Bandung.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa kasir yang melakukan hal itu merupakan kasir percobaan, dan pihaknya sudah memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dengan kekhilafan saudari Popon sebagai kasir percobaan, dan sudah dilakukan tindakan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Dadang.

Ia juga menuturkan penyesalannya, selaku Restoran Manager Rumah Makan Ponyo Malabar, “saya sangat menyesal, dengan apa yang telah karyawan saya perbuat, sehingga hal seperti ini menjadi tersebar dengan begitu cepat/viral,” sambung dia.

Dadang juga meminta kepada media online agar tidak membesarkan masalah tersebut, sehingga tidak terjadi anggapan hal itu merupakan perbuatan rasis.

“Saya harap bapak/ibu dari pihak media online tidak terlalu membesarkan masalah itu, dan mohon bantuan nya untuk bisa senantiasa mengklarifikasi masalah ini agar tidak terjadi anggapan bahwa ini merupakan hal yang rasis,” pungkasnya.

Sebelumnya Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi mengirim bukti pembayaran tersebut, ia mengatakan, “masih ada restoran rasis begitu? Negara harus hadir, emang kita terlahir dari etnis yang kita inginkan? Emang kita terlahir dari ibu dan bapak yang kita mau,?” singkat Sayed.

Penulis : FA
Editor : DR