IBC, SERANG – Pelayanan kesehatan di wilayah Provinsi Banten membuat masyarakat heran dengan mudahnya masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Pasalnya paradigma selama ini, bahwa pelayanan Rumah Sakit masih dianggap negatif oleh masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Banten.

Namun anggapan miring tersebut tidak untuk RSUD Provinsi Banten yang justru memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi pasien yang tidak mampu. Seperti halnya kasus Dede Lintang asal Maja, Pandeglang yang mengidap penyakit dehidrasi akut.

Padahal orangtua Lintang hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk yang juga tidak memiliki BPJS Kesehatan. Sedangkan orangtua Lintang orang yang tak mampu, hanya berprofesi sebagai buruh lepas.

Menurut Relawan Kesehatan, Charlity Care, Dicky Nurmansyah, menerangkan, bahwa sebelumnya orangtua Lintang memintanya untuk mendampingi guna memastikan anaknya agar mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.

“Ya sebelumnya orang tua Lintang datang ke kami untuk minta didampingi, ya alhamdulilah si anak sekarang sembuh tanpa dipungut biaya sedikitpun oleh RSUD,” ujar Dicky saat memberikan keterangannya kepada pewarta IB di Serang, Senin (19/8/2019).

Sementara itu pihak RSUD Banten, Kasi Pelayanan dr. Jana membenarkan, bahwa adanya penanganan salah satu pasien tidak mampu yang hanya bermodal KTP dan tidak memiliki BPJS Kesehatan.

“Kita berikan pelayanan sama dengan pasien manapun, karena kita sudah komitmen untuk merubah paradigma miring pada Rumah Sakit, apalagi di wilayah Banten. Masyarakat gak mampu kadang sungkan untuk berobat,” kata Jana.

Lanjut dia, pihaknya selalu mengevaluasi kinerja, dan selalu membuka kritik, saran dari seluruh pasien RSUD. Jana juga berharap RSUD Banten dapat menjadi rumah kesembuhan bagi masyarakat.

“Kami persilahkan bagi warga Banten untuk berobat, jangan sungkan datang ke kami,” pungkas Jana.

Penulis : MR
Editor : MAS