IBC, JAWA TIMUR – Dalam rangka pelaksanaan Permendikbud No.45 Tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprop Jatim) melaksanakan tender pengadan kain seragam gratis untuk SMA dan SMK, baik swasta maupun negeri.

Nilai paketnya sebesar Rp.52.536.384.326,00 untuk SMA Negeri dan Swasta, dan Rp.78.046.135.701,00 untuk SMK Negeri dan Swasta. Jadi total pengadaan kain seragam gratis untuk SMA dan SMK sejawa timur sebesar Rp.130 Miliar lebih.

“Namun melihat dari dokumen pemilihan yang ada, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) mencoba membatasi peserta lelang dengan persyaratan yang tidak masuk akal.” ujar Koordintor Forum Advokat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (FAPP), Purwadi melalui rilis yang diterima Redaksi Indonesia Berita, Senin (19/8/2019).

Purwadi menambahkan, bahwa persyaratan tidak masuk akal karena tender kain sudah mengarah persaingan yang tidak sehat karena peserta lelang diwajibkan melampirkan hasil uji laboratorium kain yang dikeluarkan Balai Kerajinan dan Batik Jogjakarta dalam memasukan dokumen penawaran.

“Pada tahun anggaran ini (2019 – red), beberapa dinas dan DPRD Provinsi juga melaksanakan pengadaan kain untuk seragam dinas dan sehari-hari. Namun tidak ada persyaratan bagi peserta lelang untuk melampirkan hasil uji lab kain yang dikeluarkan Balai Kerajinan dan Batik Jogjakarta.” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan Kelompok Kerja atau Panitia Lelang, bahwa adanya ketentuan hasil uji laboratorium kain yang dikeluarkan Balai Kerajinan dan Batik Jogjakarta merupakan perintah dan arahan Suhartono selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk pengadaan kain seragam SMK dan Anny Saulina selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk pengadaan kain seragam SMA.

“Jika tidak melampirkan hasil uji lab yang dikeluarkan Balai Kerajinan dan Batik Jogjakarta, peserta lelang tetap digugurkan walaupun peserta lelang sudah melampirkan hasil uji laboratorium Balai Uji Lab yang dikeluarkan Balai Besar Tektil milik Kementerian Perindustrian.” ujar Purwadi.

Menurut Purwadi pada tahun 2017, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pernah melaksanakan pengadaan kain seragam sekolah gratis dalam tender “Belanja Pakaian Khusus (Pengadaan Seragam Sekolah)” dengan nilai HPS sebesar Rp.63.284.261.700,00 dan pemenang pengadaan tersebut adalah CV MAJU JAYA (Jl.Dhoho No.55 Kota Kediri – red) dengan nilai kontrak sebesar Rp.61.731.175.000,00. Banyak peserta lelang dinyatakan tidak lulus evaluasi teknis karena tidak melampirkan Hasil Uji Laboratorium Kain yang dikeluarkan Balai Kerajinan dan Batik Jogjakarta.

“Kalau PPK tetap bersikukuh peserta lelang wajib melampirkan hasil uji lab dikeluarkan Balai Kerajinan dan Batik Jogjakarta maka pemenang lelang tidak menutup kemungkinan dimenangkan kembali oleh CV MAJU JAYA (Jl.Dhoho No.55 Kota Kediri – red) dan kami siap mengambil melakukan langkah hukum.” pungkasnya.

Penulis : Agus

Editor : YES