IBC, BAUBAU – Insiden pemukulan sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau saat mengikuti gerak jalan indah dalam perayaan HUT RI ke-74 yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berbuah kritik dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh sekretaris DPC Partai Hanura Buton Tengah, Djoysman Mahuzi.

Djoysman menilai, tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Baubau tersebut merupakan hal yang sangat memalukan.

“Sangat memalukan, sebab Satpol PP Kota Baubau yang harusnya sebagai pengayom masyarakat dan pembantu pemerintah dalam melaksanakan dan menjalankan peraturan daerah kini menjadi salah satu lembaga yg menakutkan, terkhusus bagi adik adik mahasiswa dan lembaga-lembaga organisasi mahasiswa ketika menyuarakan aspirasi,” katanya, Senin (19/8/2019).

Djoysman yang juga kader HMI ini mengaku, tidak pernah melihat kegiatan kader HMI yang dilakukan selama ini bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, termasuk keikut sertaan HMI dalam gerak jalan indah yang berujung rusuh tersebut.

“Kejadian kemarin adik-adik dikasari dan dipukuli hanya karena mengikuti kegiatan gerak jalan indah, dimana fariasinya mungkin agak sedikit berbeda dengan barisan-barisan lain. Mereka hanya mengingatkan pemerintah tentang beberapa persoalan yang harus diselesaikan, tidak sepantasnya diusir dari barisan dan dipukuli,” ujarnya.

Untuk itu, Djoysman mendukung penuh upaya hukum yang ditempuh oleh kader HMI dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Kami mengutuk keras tindakan oknum Satpol PP yang menganiaya kader HMI. Intinya penganiayaan merupakan salah satu tindakan kriminal dan tidak dibenarkan di mata hukum,” tandasnya.

Detik-detik pemukulan oleh oknum Satpol PP terhadap Kader HMI Cabang Baubau

Insiden pemukulan ini bermula saat HMI Cabang Baubau ikut serta dalam kegiatan gerak jalan indah di Kota Baubau dalam menyongsong 74 tahun Kemerdekaan Indonesia, Kamis (15/8/2019).

Ketua Umum HMI Cabang Baubau La Ode Rizki Satria mengungkapkan, dalam barisan tersebut kader HMI menggunakan atribut lengkap organisasi dan membawa beberapa pamflet sebagai atribut tambahan dan pelengkap variasi barisan.

Pamflet tersebut, lanjut Rizki, selain berisikan ucapan Selamat HUT NKRI Ke 74, juga beberapa isu yang akhir-akhir ini dikawal oleh HMI. “Diantaranya soal kasus UMP, Parkiran Liar dan Peredaran Minuman Keras di Kota Baubau yang diduga tak kunjung diseriusi oleh Pemerintah Kota Baubau,” ungkap Rizki dilansir dari Potretsultra.

Saat memasuki lokasi variasi barisan kedua, tambah Rizki, atribut tersebut ditahan dan dirampas paksa oleh oknum yang diduga berasal dari Satpol PP tanpa ada alasan.

Penulis: Agus

Editor: YES