IBC,TERNATE – Polda Maluku Utara akan melaksanakan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan terkait upaya Pencegahan dan Penangkalan terhadap organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila.

Operasi ini dalam rangka mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Maluku Utara, dengan sandi “Bina waspada II Kie Raha -2019” selama 15 hari, terhitung mulai tanggal 21 Agustus s/d 4 September 2019 dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif  dan didukung kegiatan rutin kepolisian lainnya.

Kabid Humas Polda Malut Hendri Badar mengatakan tujuan operasi adalah terpeliharanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Maluku Utara dengan tindakan kepolisian berupa pencegahanan dan penangkalan terhadap organisasi atau paham radikal, aliran sesat serta anti ideologi Pancasila.

“Mencegah terjadinya tindak pidana/kejahatan yang diakibat oleh penyebaran paham-paham yang menyesatkan masyarakat berupa organisasi atau paham radikal, penyebaran aliran sesat dan anti ideologi  Pancasila serta isu-isu negatif lainya,”ujar Hendri saat konfrensi pers di Mapolda Maluku Utara, Senin (19/8/2019).

Lanjut Hendri mengatakan operasi ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan strategis terutama peningkatan citra Polri di mata masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan serta kepekaan warga masyarakat terhadap pengaruh penyebaran organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila yang mengarah kepada konflik sosial dan isu SARA berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas.

“Kami memotivasi masyarakat agar mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta menghindari terjadinya perbuatan kontraproduktif karena operasi kepolisian ini di gelar dengan mengedepankan polisi berseragam,  yang diarahkan pada potensi gangguan (PG) dan ambang gangguan (AG) agar tidak menjadi gangguan nyata (GN),” cetusnya.

Selain itu Hendri juga mengatakan Polda akan mengedepankan kegiatan pre-emtif  berupa pemasangan spanduk, baliho dan berbagi alat peraga lainnya yang berisikan himbauan dan ajakan kepada masyarakat secara umum turut serta dalam upaya menjaga kamtibmas.
 
“Polda Malut melaksanakan kegiatan kamtibmas berupa pembinaan dan penyuluhan kepada warga masyarakat sehingga masyarakat diharapkan memiliki kepekaan dan kewaspadaan terhadap organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila yang disebarkan baik lewat cetak, lokal maupun media sosial,” jelasnya.

Masih kata Hendri menuturkan Polda Malut juga melaksanakan kegiatan silaturahmi dan tatap muka polmas kepada para tokoh guna membangun kerjasma.

“Kami mengintensifkan kegiatan sambang dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas guna mengajak warga masyarakat untuk mewaspadai bentuk-bentuk kegiatan keagamaan yang sifatnya tertutupb serta dapat menimbulkan keresahan warga masyarakat lain. Dan mengsosialisasikan kepada warga masyarakat terkait sangsi hukum.” pungkasnya.

Lebih lanjut Hendri mengatakan Personel yang dilibatkan dalam operasi kepolisian kewilayahan ”Bina Waspada II Kie Raha 2019” Polda Maluku Utara sebanyak 220 Personel.

“Polda Maluku Utara sebanyak 22 Personel dengan rincian, unsur pimpinan 2 orang, Staf operasi sejumlah 8 orang,
Unsur pelaksana terdiri 12 orang. Dan Polres Jajaran sebanyak 198 Personel Masing-masing Polres sebanyak 22 Personel,” sebutnya.

Penulis : Gamal

Editor: YES