IBC, JAKARTA – Aksi protes yang terjadi di Sorong, Papua Barat akibat insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur kembali memanas.

Dilansir dari CNNIndonesia, situasi memanas sesaat ketika Wali Kota Sorong Lambert Jitmau menemui masa yang berkumpul di depan kantornya, Selasa (20/8/2019).

Dilaporkan Jurnalis Transmedia Jersy Allen, bahwa saat itu Wali Kota Sorong Lambert Jitmau hendak menyampaikan orasi. Namun massa tiba-tiba bubar meninggalkan kantor Wali Kota Sorong. Saat itulah, tanpa alasan yang jelas sejumlah massa melempar ke arah kantor wali kota.

“Polisi, Pasukan Brimob, langsung mengamankan Wali Kota untuk dievakuasi,” ujar Jersy.

Dari pantauan Jersy, diketahui polisi melontarkan gas air mata untuk membubarkan massa. Akibatnya, sebagian dari masa tersebut berpencar ke lokasi masing-masing termasuk di kawasan Aspen yang menjadi titik kumpul sebelum ke kantor wali kota pagi tadi.

Disebutkan Jersy, di beberapa lokasi di jalan-jalan kampung terpantau warga memblokade jalan mencegah kerusuhan masuk ke wilayah mereka.

Kapolres Sorong AKBP Mario Christy P Siregar mengatakan, massa sempat melempari kantor wali kota dengan botol dan batu. Dari itu, polisi kemudian menghalau massa dengan gas air mata.

“Kita menyekat supaya tidak kemana-mana itu saja, kita sudah imbau merka untuk bisa membubarkan diri,” kata Mario.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Wapres Jakarta. Foto: Antara/Fransiska Ninditya

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap masyarakat Papua menerima permintaan maaf Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wali Kota Malang Sutiaji, sehinga dugaan pelecehan terhadap mahasiswa Papua tidak lagi diperpanjang.

“Jadi sebenarnya apa yang diharapkan sudah selesai. Karena itu, masyarakat yang di Papua kita harapkan dapat menerima penyesalan dan tentunya juga permintaan maaf dari masing-masing itu,” ungkap JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Adanya permintaan maaf dari sejumlah pejabat daerah tersebut, JK berharap ketegangan antara masyarakat akibat tindakan rasial oleh sejumlah oknum ormas segera berakhir dan tidak berlarut-larut.

Kami harap ini akan cooling down masalah ini, karena apa yang diharapkan oleh masyarakat Papua di Papua dan Papua Barat, yaitu agar peristiwa di Surabaya diselesaikan sudah selesai,” tandas Wapres.

Penulis: M.Safar

Editor: YES