IBC, TANGERANG – Berdalih ambulans hanya untuk membawa pasien, pihak Puskesmas tega membiarkan seorang pria di Kota Tangerang pulang jalan kaki menggendong jenazah anakanya dari puskesmas.

Peristiwa ini berdedar melalui video amatir yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Diketahui bocah bernama Husein adalah korban yang tenggelam di Sungai Cisadane, Jumat (23/8/2019) lalu. Nyawa tunas muda itu tidak sempat terselamatkan setelah dibawa ke Puskesmas Cikokol.

Sesuai kondisi dan penggunaannya, dikenal tiga tingkatan umum ambulans pasien yakni dasar (basic), transport dan lengkap (advance). Ambulans basic digunakan untuk pemindahan pasien dalam keadaan relatif stabil dan aman pada jarak relatif dekat. Dukungan alat dan sarananya tentu bersifat dasar saja.

Ambulans transport untuk suatu tujuan pemindahan jarak sedang-jauh. Karena kondisinya, tentu dukungan sarana prasarananya juga lebih lengkap daripada ambulan dasar. Bahkan sesuai jarak dan kondisi pasien, bisa saja ada perlengkapan khusus yang harus disediakan.

Sedangkan Ambulans lengkap, digunakan untuk suatu kondisi khusus yang bahkan bisa saja dilakukan tindakan gawat darurat di dalam ambulans bila kondisi pasien mengharuskan demikian. Karena itulah diperlukan dukungan sarana prasarana lengkap dan advance (tingkat lanjut).

Demikian disampaikan Sobirin, Ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Kota Tangerang, dalam siaran persnya, Minggu (25/8/2019) melalui pesan di media sosial.

“Jadi dari kondisi dan kegunaannya memang ambulans hanya digunakan untuk mengangkut pasien bukan mayat,” ujar Sobirin.

Sobirin menambahkan, dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor 882/MENKES/SK/X/2014 sudah jelas mengatur kegunaan dan fungsi ambulans yaitu untuk evakuasi mendik bukan sebagai alat angkut jenazah.

“Jadi sudah jelas aturannya bahwa ambulans memang untuk alat angkut pasien bukan mayat. Selama ini ada kesalahpahaman tentang ambulan dan mobil jenazah,” jelas Sobirin.

Sobirin juga menjelaskan bahwa di ambulans puskesmas ada alat-alat kesehatan yang harus dijamin keseterilannya. Sehingga sangat riskan jika dicampur untuk mengangkut mayat.

“Dikhawatirkan akan menggangu keseterilan alat kesehatan jika harus digunakan juga mengangkut jenazah,” katanya.

Namun, Sobirin juga menyayangkan sikap puskesmas Cikokol yang dinilainya kurang komunikatif dengan keluarga almarhum dan tidak memberikan solusi agar warga dapat mengakses mobil jenazah dengan gratis.

“Padahal Kota Tangerang sudah memiliki layanan mobil jenazah gratis dengan menelpon ke call center 112. Seharusnya puskesmas berkomunikasi dan memberikan solusi kepada keluarga pasien. Apalagi call center 112 yang dimiliki Pemerintah Kota Tangerang memang susah dihubungi warga,” paparnya.

Diakhir siaran persnya, Sobirin meminta kepada pemkot Tangerang untuk memperbaiki call center 112 agar warga tangerang bisa dengan mudah mengakses layanan mobil jenazah gratis.

“Dinas Kesehatan Kota Tangerang harus lebih getolmensosialisasikan tentang kegunaan dan tujuan ambulans serta perbedaannya dengan mobil jenazah agar warga Kota Tangerang bisa cerdas dan paham,” pungkasnya.

Penulis: FA

Editor: MAS