IBC, ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat, menggelar sosialisasi standar kompetensi wartawan, di Aula Syariat Islam, Aceh Timur pada Senin (26/8/2019).

Melalui giat ini, diharapakan terbentuk kesamaan presepsi tentang standar kompetensi wartawan, sehingga tercipta insan pers yang profesional dengan karya jurnalistik yang dapat dipertangungjawabkan.

Dalam sambutan dan arahannya, Asisten Administrasi umum Sekdakab Aceh Timur M. Amin menyampaikan, saat menjalankan tugas dan fungsinya wartawan dituntut untuk profesional. Menghormati hak asasi setiap orang serta mendapat kontrol dari masyarakat.

“Kontrol dimaksud antara lain oleh setiap orang dengan jaminannya hak jawab dan hak koreksi oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pemantau media dan juga oleh dewan pers dengan berbagai bentuk dan tata cara,” sebutnya.

Sebanyak 30 orang peserta nampak mengikuti sosialisasi standar kompetensi wartawan yang diadakan oleh Diskominfo Kabupaten Aceh Timur. Foto: Bagian Humas & Protokol Sekdakab Aceh.

M. Amin juga mengatakan, bahwa dalam upaya peningkatan kualitas dan profesionalitas wartawan Dewan Pers menetapkan standar kompetensi wartawan. Hal ini dimaksudkan, untuk melindungi kepentingan publik dan hak pribadi masyarakat sekaligus menjaga kehormatan pekerjaan wartawan

“Kompetensi wartawan berkaitan dengan kemampuan intelektual dan pengetahuan umum meliputi kemampuan memahami etika dan hukum pers, konsepsi, berita, penyusunan dan penyuntingan berita. Untuk mencapai standar kompetensi, seorang wartawan harus mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang telah diverifikasi dewan pers,” pungkas M. Amin.

Untuk diketahui, acara sosialisasi kompetensi wartawan tersebut diikuti oleh 30 orang peserta. Terdiri dari 25 wartawan dan 5 perwakilan Humas di lingkup pemerintahan Kabupaten Aceh Timur.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh Tarmilin Usman hadir sebagai narasumber.

Reporter: Lukffar
Editor: MAS