IBC, MERANTI – Masyarakat Desa Tebun Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, mengeluhkan pembangunan podium olahraga yang menghabiskan Dana Desa tahun 2019 sebesar Rp 43 juta. Pasalnya, pelaksanaan pekerjaan ini dituding tidak sesuai dengan anggaran belanja yang dikeluarkan.

“Kami sebagai masyarakat merasa dibodohi dengan bangunan seperti itu dengan menghabiskan dana yang begitu besar,” ucap sesorang warga yang tidak ingin disebutkan disebutkan namanya, Sabtu (24/8/2019).

Ia mengklaim dapat menghitung besaran biaya yang diperlukan untuk mendirikan bangunan seluas 41,25 meter persegi tersebut.

“Meskipun pembangunan itu tidak disebutkan rincian RAB nya, kami bisa menghitungnya secara kasat mata. Apa lagi satu sisi bangunan itu tidak memakai dinding. Bangunan dengan jumlah tiang depan 4 batang, kiri 4 batang, kanan 4 batang, dan belakang 5 batang. Maka hanya menggunakan 17 batang kayu, ditambah bawah, serta kayu reng atap diperkirakan dalam satu tan atau 450 inchi (ukuran setempat). Dan dinding sisi belakang sekitar 20 keping papan. Lalu atap diperkirakan 3 kodi. Ditambah upah kerja, saya rasa tidak samapai 30an juta,” taksir warga itu lagi.

Saat dihubungi Indonesia Berita, Roni selaku Pj Kepala Desa Tebun membantah tudingan tersebut. Menurutnya, tidak ada mark up dalam pembangunan podium olahraga itu.

“Tentang kegiatan itu kami sudah bicarakan dengan Tim Pendamping Desa (TPD). Selain itu dalam penganggaran pembangunan itu sudah kami konsulatsi dengan pendamping teknik di kecamatan. Menurutnya sudah sesuai dan tidak ada mark up anggaran,” kata Roni.

Roni juga mengatakan, pelaksanaan pekerjaan itu sudah mengikut Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, Ia tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait rincian anggaran biayanya.

“Kami bekerja sesuai SNI, itu kata pendamping teknis Kecamatan Rangsang. Semuanya sudah kami sampaikan ke masyarakat melalui papan plang nama, dan masalah rinciannya saya tak bisa menjelaskan lebih lanjut karena rinciannya ada di bendahara desa,” tutup Roni.

Sementara itu, pihak pendamping teknis Kecamatan tidak dapat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.

Penulis: Noeradi
Editor: MAS