IBC, JAKARTA – Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Agung Nugroho, menuding keputusan Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah untuk merevisi Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan ambulans hanyalah sebuah pencitraan.

“Wali Kota (Arief -red) tidak memahami duduk persoalan yang sebenarnya. Statement dia lebih pada pencitraan semata agar dilihat publik peduli pada warga,” kata Agung saat dihubungi Indonesia Berita di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Menurut Agung, dalam sawala publik soal penggunaan ambulans untuk mengantar jenazah, pihak Puskesmas Cikokol tidak melanggar hal-hal prinsip. Fungsi ambulans berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 882/MENKES/SK/X/2014 adalah untuk evakuasi medik bukan sebagai alat angkut jenazah.

“Kemanusiaan juga tidak harus konyol dengan menafikkan aturan yang ada. Ambulans itu secara peraturan adalah alat evakuasi pasien (orang hidup yang sedang sakit) bukan alat pengakut mayat. Pasien yang sakit sifatnya urgent harus segera dibawa ke faskes (fasilitas kesehatan) untuk dapat sesegera mungkin diobati. Sementara mayat, sifatnya tidak urgen yang kalau terlambat sampai rumah tidak akan memakan korban. Coba bayangkan jika saat ambulans dipakai untuk angkut mayat, lalu disaat bersamaan ada warga yang kritis butuh cepat dibawa ke faskes tapi terhambat karena ambulans nya sedang dipakai angkut mayat, bukan malah bisa jadi mayatnya jadi dua orang, nambah dari warga yang kritis dan tidak dapat cepat dibawa ke fakses, lalu mati,” paparnya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, duduk persoalan yang sebenarnya adalah tidak berjalannya layanan mobil jenazah gratis di bawah Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) Kota Tangerang. Pasalnya, layanan mobil jenazah gratis ini bisa diakses melalui call center 112. Namun pada kenyataannya call center tersebut susah diakses warga.

“Salah kalau Wali Kota mengatakan revisi SOP ambulans. Harusnya, yang direvisi adalah SOP penggunaan mobil jenazah agar bisa lebih cepat dan mudah diakses warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah telah memerintahkan kepada Dinas terkait untuk merevisi SOP penggunaan ambulans.

“Untuk kegawatdaruratan, saya instruksikan untuk segera direvisi SOP nya, jadi bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat,” Jelas Arief, Minggu (25/8/2019) seperti dilansir dari Republika.co.id.

Hal ini disampaikan Arief setelah video seorang paman yang menggendong sendiri jenazah keponakannya untuk dibawa pulang, viral di media sosial.

Ia membawa jenazah itu setelah pihak Puskesmas Cikokol Kota Tangerang menolak mengatranya pulang ke rumah duka menggunakan ambulans.

Penulis: M. Safar

Editor: DR