IBC, JAMBI – Ratusan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) dan petani Jambi berunjuk rasa di Kantor Gubernur, Rabu (28/8/2019) pagi. Dalam aksinya kali ini mereka masih menuntut agar penyelesaian sengketa dengan PT. Asiatic Persada segera diselesaikan.

Setelah menyampaikan orasi di depan Kantor Gubernur Provinsi Jambi. Tepat pada pukul 14.00 WIB mereka langsung melanjutkan aksi berjalan kaki menuju Istana Negara di Jakarta.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Indonesia Berita, saat ini massa aksi sudah berjalan dari kantor gubernur dan malam ini rombongan bermalam di balai adat Kota Jambi untuk menunggu rombongan lain yang masih dalam perjalanan untuk bergabung.

“Aksi hari ini adalah satu contoh kecil dari banyaknya konflik agraria di Provinsi Jambi yang belum terselesaikan. Belum ada finalisasi penyelesaian konflik Suku Anak Dalam dengan PT Berkat Sawit Utama (BSU) atau PT Asiatic Persada,” ungkap Sekretaris Nasional Perkumpulan Agraria Nusantara (PRANA), Mawardi yang turut mengawal massa aksi.

Mawardi menilai, sejauh ini pemerintah gagal memulihkan hak dan martabat Suku Anak Dalam dan Petani Jambi yang dirampas selama puluhan tahun oleh korporasi.

“Makanya dalam kesempatan ini kami memuntut bebarapa hal. Pertama, meminta kepada Presiden dan Kementerian ATR untuk tidak melakukan perpanjangan HGU PT Berkat Sawit Utama (BSU) yang dulunya bernama PT Bangun Desa Utama (BDU)/PT Asiatic Persada/PT Agro Mandiri Semesta (AMS), sebelum mengembalikan areal seluas 3.550 ha milik SAD berdasarakan lokasi hasil survey mikro dari Badan Inventarisasi dan Tataguna Hutan Departemen Kehutanan tanggal 11 Juli 1987 dan surat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 1373/020/III/2016 tanggal 29 Maret 2016,” tegasnya.

Mewakili pihaknya, Mawardi juga meminta kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Muhammad Tito Karnavian agar memberikan jaminan dan perlidungan hukum bagi warga SAD dan Petani kembali ke kampung halaman di areal 3.550 ha berdasarakan hasil survey mikro dari Badan Inventarisasi dan Tataguna Hutan Departemen Kehutanan tanggal 11 Juli 1987.

Belum bisa dipastikan kapan rombongan massa aksi ini sampai di Jakarta.

Penulis : Hadi

Editor : MAS