IBC, JAKARTA – Sebanyak 60 persen wisatawan asing datang ke Indonesia adalah untuk menikmati kebudayaan. Mereka menikmati keramahan khas Indonesia, busana, keragaman bahasa, kuliner, juga keunikan produk seni budayanya.

Demikian disampaikan Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid Setiadi, di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta (29/8/2019).

“Kalau soal pemandangan alam banyak negara yang memiliki potensi itu. Tapi kalau soal kekayaan budaya mana ada negara lain yang memiliki keragaman budaya sebanyak Indonesia,” ujar Hilmar dalam seminar nasional ‘Jalan Kebudayaan Menuju Indonesia Maju’.

Lebih lanjut ia menyampaikan, “Gundala jangan sampai kalah sama superman, sejak diciptakan tahun 1939 Superman tak henti-henti mendatangkan manfaat bagi negerinya. Mulai dari film, komik games dan seterusnya. Untuk kaos saja sudah menghasilkan lebih dari 720 juta dolar Amerika,” sambungnya.

Namun kata Hilmar, selama ini tidak mudah bagi pemerintah untuk mengembangkan budaya nasional, saat ini ada 41 kementerian dan lembaga negara yang mengurusi kebudayaan. Perlu mensinergiskan semua untuk mencapai tujuan yang sama. Menyangkut tata kelola agar semua bisa bersinergi menggembangkan budaya nasional.

Sementara itu, Artis senior Cristine Hakim yang hadir dalam seminar tersebut menyampaikan, dengan besarnya aspek kebudayaan, perlu upaya pembangunan yang sistematis dan menyeluruh dalam bidang kebudayaan. Ada berbagai masalah intoleransi, ketidakadilan, korupsi penyalahgunaan wewenang dan berbagai bentuk pelanggaran budaya lainnya yang perlu juga disikapi secara budaya.

“Karena itu alangkah baiknya bila pemerintah membentuk Kementerian Kebudayaan, agar urusan kebijakan kebudayaan lebih fokus dan lebih diimplementasikan,” pungkas pemeran film Cuk Nyak Dien itu.

Editor : YES