IBC, JAKARTA – Akibat isu rasial beberapa waktu yang lalu di Surabaya terkait orang asli Papua berbuntut panjang. Bahkan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat Papua di tanah Papua yang telah menelan korban jiwa.

Hal tersebut membuat stabilitas keamanan negara tidak kondusif. Saat dimintai tanggapannya terkait persoalan Papua, Pengamat Intelejen Stanislaus Riyanta mengatakan, bahwa aksi rusuh di Papua bukan saja faktor domestik, melainkan menurutnya sangat masuk akal ada keterlibatan pihak asing.

“Ya memang nampak aksi rusuh ini tidak mungkin hanya karena faktor domestik, dilihat dari sebaran aksi yang cukup luas serta propaganda yang masif, sangat masuk akal jika ada pihak-pihak asing yang ikut menjadi pemain dalam konflik di Papua,” ujar Stanislaus saat dimintai keterangannya melalui pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa Papua adalah wilayah yang mempunyai daya tarik besar, terkait kekayaan SDA dan wilayah yang strategis, banyak pihak yang berkepentingan dengan Papua.

“Memang peran intelijen dalam deteksi dini dan cegah dini ancaman di Papua perlu lebih ditingkatkan, termasuk upaya-upaya penggalangan, kontra propaganda, dan kontra intelijen atas aksi spionase pihak asing,” kata dia.

Pengamat intelejen ini juga memberikan masukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, pertama tuturnya adalah pengendalian situasi, jangan sampai situasi justru dikendalikan oleh OPM.

“Kedua, dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala suku, dan orang berpengaruh lainnya, untuk mencapai kesepakatan tetap menjaga Papua sebagai bagian dari NKRI,” terangnya.

Sambung Stanislaus, Ketiga tindakan hukum terhadap pelaku anarkis dan rasis termasuk pelaku rasis di Surabaya dan pelaku unras di berbagai kota yang anarkis, pungkas Pengamat Intelejen dan Keamanan ini.

Penulis : JRA
Editor : YES