IBC, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong agar kampus melakukan inovasi pembelajaran guna menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, sektor pendidikan akan mengalami perubahan sebagai dampak dari revolusi 4.0. “Sistem pembelajaran konvensional akan bertransformasi ke arah online learning,” kata Mohamad Nasir saat menghadiri Soft Launching Gedung Kuliah Bersama (GBK) Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (3/9/2019).

Ia berharap, UM yang menjadi pusat unggulan di bidang Learning Innovation harus bisa menggali riset dan inovasi yang dapat menjawab tantangan tersebut. Untuk inovasi pembelajaran, teknologi terbaru seperti artificial Intelligence harus mulai dimanfaatkan.

“Saya harap UM dapat menjadi leader di bidang learning Innovation. Eranya disruptif, face to face learning akan mulai ditinggalkan, maka perlu inovasi disruptif learning di UM untuk menjawab tantangan ini,” ungkap Mohamad Nasir.

Distance learning yang dilakukan selama ini, dirasa tidak cukup oleh
Mohamad Nasir karena tidak interaktif dan tergolong biasa. Ia menyebut, harus ada metode pembelajaran yang mampu mengakomodir kebutuhan pasar.

“Selama ini distance learning yang dilakukan sebagian besar masih berbentuk power point, saya rasa tidak cukup karena tidak interaktif. Dengan menggunakan teknologi seperti artificial Intelligence dan virtual reality, perkuliahan daring dapat berlangsung secara interaktif layaknya kuliah tatap muka di kelas,” pungkas Mohamad Nasir.

Penulis: MS/YES