IBC, JAKARTA – Usai pertemuan dengan Presiden Jokowi, Yenti Garnasih mengumumkan kesepuluh nama capim yang telah lolos seleksi dan datang dari beragam latar belakang profesi.

“Komposisi profesi, 1 orang KPK, 1 orang polisi, 1 jaksa, 1 auditor, 1 advokat, 2 dosen, 1 hakim, dan 2 PNS,” ujar Yenti di Istana Merdeka, Selasa (3/9/2019).

Yenti menegaskan, banyak pertimbangan dan penilaian yang dilakukan oleh pansel hingga terjaring sepuluh nama capim KPK. Dalam prosesnya, pansel juga menerima berbagai masukan dari masyarakat dan mempelajarinya.

“Kita pelajari, kemudian kita nilai, dan pertimbangan dari berbagai aspek. Inilah hasilnya,” ungkapnya.

Yenti juga memastikan kesepuluh nama capim KPK yang diserahkan kepada Presiden Jokowi telah sesuai dengan amanat konstitusi. Untuk diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi disebutkan bahwa unsur pimpinan KPK terdiri atas unsur masyarakat dan unsur pemerintah.

“Yang penting bagi kami sesuai dengan undang-undang. Sepuluh yang diserahkan itu harus dua unsur itu. Itu amanah undang-undang,” tegasnya.

Kesepuluh nama capim KPK yang diserahkan kepada Presiden Jokowi tersebut yakni, Alexander Marwata-Komisioner KPK, Firli Bahuri-Anggota Polri, I Nyoman Wara-Auditor BPK, Johanis Tanak-Jaksa, Lili Pintauli Siregar-Advokat, Luthfi Jayadi Kurniawan-Dosen, Nawawi Pomolango-Hakim, Nurul Ghufron-Dosen, Roby Arya-PNS Sekretariat Kabinet, Sigit Danang Joyo-PNS Kementerian Keuangan

Penulis : FA/JRA