IBC, JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Michael Sianipar meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan kepada masyarakat persoalan penyerapan APBD DKI Jakarta tahun 2019.

Hal ini terkait penyerapan APBD DKI Jakarta yang baru mencapai 45,50 persen per 3 September 2019 berdasarkan catatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Baca Juga : Politisi Nasdem Desak Pemrov DKI Terbuka Penggunaan APBD

“Gubernur dan jajarannya harus jelaskan kenapa penyerapan masih rendah. Harusnya setiap tahun penyerapan membaik. Bukan cuma penyerapan di akhir tapi juga tahapan-tapannya,” kata Michael kepada Indonesia Berita, Rabu (4/9/2019).

Dari kondisi tersebut, Michael menilai akan ada penyerapan anggaran besar-besaran di akhir tahun.

“Ini yang berpotensi tidak sehat, karena proyek-proyek dan pengadaan-pengadaan dikebut menjelang tutup tahun. Kalau pengerjaan dan pengadaan dikebut seperti itu, nanti baik eksekusi dan pengawasannya tidak maksimal,” tuding dia.

Menurut Michael, Pemprov DKI juga perlu mejelaskan kegiatan-kegiatan yang masih mandek penyerapannya.

“Jangan cuma persentase aja, tapi dimana yang mandek juga harus dibuka. Supaya bisa diawasi dan dikawal bersama-sama,” ujar pria yang pernah menjadi staf pribadi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semasa menjabat Gubernur DKI.

Michael menekankan pentingnya transparansi dan mesti menjadi tanggung jawab bersama.

“Pemprov DKI perlu jelaskan supaya tidak jadi pertanyaan di masyarakat kenapa penyerapan bahkan belum sampai 50 persen padahal sudah bulan September. DPRD DKI juga seharusnya mengkritisi dan memanggil SKPD untuk meminta penjelasan berkala soal progres penyerapan,” pungkasnya.

Penulis: MS/YES