IBC, JAKARTA – Rencana pemerintah menaikan iuran BPJS Kesehatan menjadi dua kali lipat menuai reaksi penolakan dari berbagai pihak. Pemerintah dinilai justru semakin menunjukan ketidakberpihakannya kepada masyarakat.

Dalam menyikapi rencana pemerintah tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan kelompok masyarakat Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) melakukan aksi unjuk rasa di Patung Kuda, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Sekretaris Jenderal LMND, M Asrul, mengatakan, bahwa rencana pemerintah menaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar dua kali lipat ini diluar dugaan. “Kebijakan ini sangat mengagetkan masyarakat,” ujarnya di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Lebih lanjut Asrul menyampaikan, bahwa kebijakan itu tidak masuk akal dan liberal. “Kenaikan biaya kesehatan di tengah ekonomi rakyat belum stabil semakin menegaskan pemerintahan Jokowi-JK belum sama sekali menunjukkan keberpihakannya pada rakyat dan menjalankan amanah konstitusi serta nawacita. Malah membuat sektor kesehatan semakin liberal dan komersil,” tegas dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Keuangan Sri mulyani berencana menaikan iuaran BPJS Kesehatan menjadi lebih tinggi. Rencananya peserta JKN kelas I yang sebelumnya Rp80.000 per bulan menjadi Rp160.000 per bulan, sedangkan kelas II dari Rp51.000 menjadi Rp110.000 per bulan, dan kelas III dari Rp25.000 menjadi Rp42.000 per bulan.

Penulis : CF/DDG