IBC, PEMATANG SIANTAR – Juru parkir Tua Silaen meminta kepada penegak hukum Kota Pematang Siantar agar memberikan keadilan terhadap dirinya. Pasalnya, selama 2 tahun juru parkir (jukir) ini belum mendapatkan bagi hasil sebesar 46 persen per bulan yang semestinya dibayarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Semenjak Januari 2018 Dishub siantar menaikkan setoran jukir 100% dan memberlakukan bagi hasil 46 – 54 persen tiap bulannya. Tua mengaku, setoran parkir yang diserahkan setiap harinya sebesar Rp260 ribu.

Tua mengatakan, setiap bulannya dia disuruh oleh oknum ASN dinas perhubungan yang berinisial GS untuk menandatangani pengambilan gaji di kantor Dinas Perhubungan Kota Pematang Siantar. Akan tetapi, setelah mendatangani surat pengambilan gaji tersebut, Tua langsung disuruh pulang oleh GS.

“Hampir 2 tahun saya belum pernah menerima bagi hasil 46 persen yang dijanjikan Dishub Siantar bang, bahkan kalau saya minta gaji saya, saya malah diancam pecat,” kata pria yang mengaku sudah 15 tahun bekerja sebagi jukir ini.

Tua Silaen resmi terdaftar sebagi jukir sesuai dengan surat tugas nomor 974/19/Perhub/1/2019 yang ditandatangani oleh Kadishub Kota Siantar, Esron Sinaga. Pekerjaan jukir ditekuni pria duda ini hanya untuk menghidupi ketiga anaknya.

Saat dikonfirmasi, oknum ASN inisial GS membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bahwa Tua Silaen tidak pernah diberikan haknya lantaran harus menutupi setorannya.

“Benar Tua setiap bulannya menandatangani pengambilan gaji tersebut, dan terkait gajinya tidak bisa diambilnya akibat menutupi setoran jukir,” tandas GS.

Penulis: TS/MAS