IBC, JAKARTA – Sudah menjadi rahasia umum, di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar, Medan, Palembang dan di kota-kota besar lainnya mengalami kemacetan yang nyaris tanpa solusi.

Namun ironsinya justru dari tahun ke tahun peningkatan penjualan mobil selalu meningkat, meskipun penjualan mobil tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbeda dengan mobil matic justru mengalami peningkatan penjualan di kota-kota besar di Indonesia, seperti salah satu merk tertentu mendapatkan order dibulan Juni 2018 sebanyak 6.772 booking, dilansir, detikoto.com.

Sedangkan merk tersohor lainnya di tanah air, penjualan mobil dengan tranmisinya matic mengalami peningkatan penjualan yang begitu tajam, sampai dengan angka 70 persen, berbeda dengan angka penjualan tranmisi manual. Wah terbayangkan otokers peminat mobil matic cukup tinggi di Indonesia.

Menurut salah satu ahli (mekanik) tranmisi matic yang tak ingin namanya disebutkan, bahwa tranmisi matic tidak hanya memiliki kelebihan, pun memiliki kekurangan. Seperti tingginya biaya perawatan dibangdingkan tranmisi manual. Hal itu disebabkan oleh minimnya jumlah mekanik menguasai tranmisi matic.

Begitu juga dengan seringnya pergantian oli secara berkala, karena perputaran mobil matic lebih sulit diatur dibandingkan manual. Demikian juga dari sisi bahan bakar mobil matic lebih boros lho!

Hems otokers, selain itu harganya pun relatif lebih tinggi dari mobil manual, akan tetapi harga jual lebih rendah. Kenapa? Hal itu disebabkan matic memberikan rasa nyaman saat mengendarai dan simple (hanya injak rem, atau gas). Tapi otokers harganya ketika dijual lebih rendah, karena matic suku cadang dan biaya perawatan cukup dalam merogoh kocek.

Pengendara tidak bisa engine brake, ya karena pada mobil matic tidak memiliki gigi persneling.

Jadi bagi otokers yang ingin membeli mobil matic sebaiknya wajib mengetahui kelebihan dan kekuranganya, agar tidak menyesal dikemudian hari.

Penulis : FA/DDG