IBC, JAKARTA – Kecelakaan beruntun di tol Cipularang menyisakan duka, menimbulkan berita, dan memunculkan cerita.

Musibah di jalan raya memang lumrah terjadi, penyebab logisnya adalah human error, kondisi kendaraan kurang fit, atau geometris jalan yang berupa turunan maupun kelokan.

Walau demikian, Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang ini sudah terbentuk sejak April 2005.

Tragedi tabrakan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan di Tol Cipularang pada 02 September 2019, kembali mengingatkan kita pada kisah horor kawasan tersebut.

“Tanpa mengurangi rasa duka, saya menduga kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cipularang memang berkaitan dengan kejadian mistis,” kata Paranomal Mbah Mijan di akun Twitter pribadinya, Kamis (5/9/2019).

Mbah Mijan menyatakan menurut penuturan pegawai Jasa Marga yang saya temui, dalam sehari semalam 3 kali terjadi kecelakaan di KM 91-92.

“Puncaknya siang hari pukul 12.30,” tuturnya menirukan pegawai Jasa Marga.

Menurut Mbah Mijan Tol Cipularang dari KM 90 hingga 100, masuk dalam kawasan Gunung Hejo, atau yang dikenal sebagai tempat petilasan Eyang Prabu Siliwangi.

“Adapun tanda petilasan, berupa makam yang ditutup kain putih. Masyarakat sekitar percaya, Gunung Hejo adalah tempat bertapanya Eyang Prabu,” ungkapnya.

Selanjutnya Mbah Mijan menjelaskan saat pembangunan jalan tol, salah satu kontrakor berjanji kepada Juru Kunci Gunung Hejo untuk membuatkan akses, tapi diingkarinya.

“Cerita ini berkembang dimasyarakat, adanya janji yang tidak ditepati inilah yang sering mengakibatkan area itu memakan korban,” jelas dia.

Dirinya menyampaikan sebelum meninggal Juru Kunci sempat mengeluarkan sumpah serapah.

“Sejak itu, tak sedikit para pengendara yang bercerita tentang keberadaan sosok wanita berbaju putih,” sebut Mbah Mijan.

Lebih lanjut Mbah Mijan menambahkan sosok wanita berbaju putih kerap melintas di Tol Cipularang dan sering menumpangi kendaraan yang lalu lalang di KM 90 hingga KM 100.

“Selain sosok itu, ada gerbang besar kerajaan gaib yang dijaga ular raksasa, kadang kerap terlihat oleh orang yang memiliki kepekaan mata batin,” tambahnya.

Terakhir Mbah Mijan menandaskan tiga kali kecelakaan di Purwakarta, banyak menelan korban.

“Semoga tak ada kaitannya dengan sumpah-sumpahan si Beringin Purwakarta yang bawa-bawa Al-Quran,” tandasnya.

Penulis : AS/YES