IBC, JAKARTA – Mitos yang berkembang dimasyarakat Indonesia memiliki alasan tertentu, nenek moyang dulu mewariskan sebuah narasi dengan tutur kata yang halus agar tidak menyinggung perasaan orang yang sedang ditegur/dinasihati. Seperti kata papatah, ‘Mencubit Tapi Tidak Menyakiti’, artinya, ketika menasihati seseorang atau menegurnya jangan sampai hatinya tersakiti.

Demkian juga dengan tutur bahasa yang diwariskan nenek moyang kita IBCkers. Sampai sekarang IBCkers pasti pernah mendengar atau ditegur oleh orang tua kita, dengan kalimat, ‘jangan potong kuku dimalam hari’. Kata-kata itu nyaris tanpa alasan dan argumentasi yang jelas, apa penyebab tidak diperbolehkannya memotong kuku dimalam hari.

Seperti kata pepatah diatas, ketika mencubit jangan sampai menyakiti, artinya orangtua atau siapapun, untuk menegur anak atau keluarganya tanpa harus menyakiti, dengan menggunakan tata bahasa yang halus.

Padahal secara ilmiahnya, jika memotong kuku dimalam hari saat itu pencahayaan sangat minim, hanya menggunakan alat penerangan tradisional. Seperti lampu berbahan bakar minyak tanah menggunakan sumbu yang dibakar, atau dengan cahaya seadanya. Artinya resiko terluka cukup tinggi, ditambah lagi alat pemotong kukunya menggunakan gunting atau silete. Nah bahaya bukan?

Nah pahamkan IBCKers maksudnya, pastinya IBCkers tidak mau terluka kan? Apalagi IBCkers telah memiliki keluarga kecil. Tetapi sebaiknya jika harus dilakukan ada baiknya IBCkers melakukannya ditempat pencahayaan yang cukup baik, sehingga mata dapat menjangkau penglihatan.

Ditambah lagi jaman modern alat pemotong kuku sudah tidak sulit lagi dicari. Jadi sebenarnya menurut IBC secara logika tidak ada masalah memotong kuku dimalam hari, asalkan syaratnya terpenuhi IBCkers.

Bersambung Minggu selanjutnya, ‘Pecahkan Mitos Dengan Logika, Jangan Makan Didepan Pintu’.

Penulis : FA/MJ